Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Teknis Sistem Penyaliran Tambang Batubara Pada Pit 71n Dan Inpitdump 71 Di Pt. Perkasa Inakakerta Site Bengalon Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur Pangestu Nugeraha
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Perkasa Inakakerta terletak di Kabupaten Kutai Timur, Kecamatan Bengalon. Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan yang diterapkan untuk menambang Batubara adalah sistem tambang terbuka dengan metode Open pit Mine. Salah satu kegiatan tambahan pada usaha penambangan adalah penyaliran yang berfungsi untuk mencegah masuknya air (Mine Drainage) atau untuk mengeluarkan air yang telah masuk menggenangi daerah penambangan (Mine Dewatering).Air tambang yang tidak ditanggulangi dengan baik dapat mengganggu operasi penambangan. Kemajuan tambang menyebabkan sistem penyaliran tambang ikut berubah. Oleh karena itu perlu adanya kajian terhadap sistem penyaliran tambang yang ada.Berdasarkan analisis data curah hujan tahun 2009 -2014, diperoleh curah hujan rencana adalah 126,44 mm/hari, intensitas curah hujan sebesar 43,74 mm/jam dengan periode ulang hujan 3 tahun dan resiko hidrologi sebesar 97,3%. Daerah tangkapan hujan pada lokasi penelitian dibagi menjadi 9 daerah tangkapan hujan, yaitu DTHA= 214 Ha, DTH A.1= 48 Ha, DTH B= 111 Ha, DTH B.1 = 7 Ha, DTH C = 130 Ha, DTH D = 84 Ha dan DTH E = 72 Ha. Debit air hujan yang masuk ke inpit dump 71 adalah 21,8 m3/detik dan debit air hujan yang masuk ke pit 71N adalah 3,4 m3/detik.Perlu adanya perbaikan pada saluran terbuka 1, dan 5 yang berfungsi untuk mencegah air limpasan agar tidak meluap dan mengalir menuju bukaan tambang sedangkan saluran terbuka 6 berfungsi untuk mengalirkan seluruh air limpasan dari saluran terbuka 1, 2, 3, dan 4. Dimensi saluran terbuka 1 didasarkan atas debit air limpasan pada DTH A dan DTH A.1, sehingga saluran terbuka memiliki dimensi kedalaman = 2,11 m; lebar bagian bawah = 2,26 m; lebar bagian atas = 4,54 m, dimensi saluran terbuka 5 didasarkan atas debit air limpasan pada DTH E, sehingga saluran terbuka memiliki dimensi kedalaman = 1,6 m; lebar bagian bawah = 1,7 m; lebar bagian atas = 3,5 m, dimensi saluran terbuka 6 didasarkan atas debit air limpasan pada saluran terbuka 1, 2, 3, dan 4 sehingga saluran terbuka memiliki dimensi kedalaman = 3,4 m; lebar bagian bawah = 3,8 m; lebar bagian atas = 7,6 mDiperlukannya peningkatan kapasitas pompa Multiflo 380 sesuai kemampuan pompa dari spesifikasi yaitu dari putaran impeler 1100 rpm yang menghasilkan debit 91,15 m3/jam menjadi putaran impeler 1520 rpm yang menghasilkan debit 300 m3/jam. Menambah jumlah pompa pada sumuran inpit dump 71N yaitu sebanyak 2 buah pompa untuk dapat memindahkan air hujan menuju kolam pengendapan dalam waktu 2 hari. Perawatan kolam pengendapan dilakukan setiap 435 hari pada kompartemen 1, 2 dan 392 hari pada kompartemen 3.Kata Kunci : curah hujan rencana, daerah tangkapan hujan, debit air limpasan, kapasitas pompa, saluran terbuka, kolam pengendapan