Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANGAN TEKNIS PENATAAN LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATUBARA DI PIT 2 PADA IUP OP PT. BARAMEGA CITRA MULIA PERSADA BLOK PT. BARAMEGA INDONESIA SURYA ALAM KELUMPANG HILIR, KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN dharma rezkia putra dhrama rezkia
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII Ke-14 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baramega Indonesia Surya Alam (PT. BISA) merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dibidang pertambangan. Kegiatan penambangan yang diterapkan PT. BISA adalah sistem tambanag terbuka (surface mining) dengan metode penambangan strip mine, dan untuk penataan lahan lubang bekas tambang digunakan metode penimbunan kembali (backfilling). Kegiatan penataan lahan yang sedang dilakukan di PT. BISA adalah pengisian kembali area bekas penambangan Pit 2 dengan material tanah penutup (overburden) hasil penggalian dari Pit 3. Material tanah penutup di Pit 3 memiliki volume 2.304.021,003 CCM, sedangkan lahan bekas penambangan Pit 2 memiliki kapasitas volume sebesar 1.785.954,21 CCM, untuk itu kelebihan volumenya sebesar 518.066,793 CCM direncanakan akan ditimbun di atas lahan bekas penambanan Pit 2. Berdasarkan data hasil kelebihan volume tanah penutup dari Pit 3, maka untuk penataan kelebihan volume tanah penutup tersebut dibuat suatu rancangan timbunan dengan lahan seluas 7,36 Ha, dan menerapkan jenis penimbunan teracced dump, dengan jumlah 3 lift. Dengan geometri; tinggi jenjang 5 meter, lebar jenjang 9 meter, kemiringan lereng 27°, dan kemiringan lereng keseluruhan 17°. Perhitungan kapasitas volume rancangan timbunan memiliki hasil sebesar 518.069,600 CCM. Pengedalian erosi pada rancangan timbunan adalah dengan menerapkan teras bangku. Bidang olah dibuat miring 1 % kearah dalam dan dilengkapi saluran teras, pada teras juga dibuatkan guludan dengan tinggi dan lebar 20 cm, serta pada tampingan ditanami rumput-rumputan sebagai penguat teras. Penataan tanah pucuk dilakukan dengan cara penebaran tanah pucuk setebal 0,5 meter yang dilakukan secara merata pada rancangan timbunan dan lahan bekas penambangan Pit 2. Dengan kebutuhan tanah pucuk sebesar 41.800 LCM, sedangkan tanah pucuk yang tersedia di stock soil sebesar 85.505,83 LCM, untuk itu tanah pucuk yang tersisa nantinya dapat digunakan untuk kegiatan reklamasi pada area lain.
KAJIAN UNIT UNIT PEREMUK BATU ANDESIT UNTUK KEBUTUHAN ASHPALT MIX DI PT. DELTAMARGA ADYATAMA BASECAMP KUDUS JAWA TENGAH dharma rezkia putra dhrama rezkia
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII Ke-14 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah secara teknis dan ekonomi yang muncul karena kapasitas produksi unit peremuk masih jauh dari kapasitas target yang diharapkan yaitu sebesar 200 ton/hari. Dari hasil kajian ditemukan bahwa hasil produksi dari unit peremuk yakni 120,47 ton/hari atau 17,21 ton/jam, dengan ukuran -19 + 12,5 mm sebesar 10,53 ton/jam atau 56,43 %, ukuran -12,5 + 5 mm sebesar 3,83 ton/jam atau 20,52 % serta ukuran -5 mm (abu batu) sebesar 2,85 ton/jam atau 15,27 %. Biaya produksi unit peremuk total untuk memproduksi satu ton produk batu pecah adalah sebesar Rp. 165.410,-/ton. Setelah perbaikan diperoleh peningkatan hasil produksi unit peremuk menjadi 241,36 ton/hari atau 34,48 ton/jam, dengan produk ukuran -19 + 12,5 mm menjadi 21,67 ton/jam atau 61,91 %, fraksi -12,5 + 5 mm menjadi 8,65 ton/jam atau 24,71 %, serta fraksi -5 mm (abu batu) sebesar 4,16 ton/jam atau 13,38%. Biaya produksi unit peremuk total untuk memproduksi satu ton produk batu pecah setelah mengalami perbaikan menjadi Rp. 81.525,-/ton.