Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh nilai UCS dan GSI dalam menentukan faktor keamanan lereng batuan Calvin Maharza; S. Koesnaryo; Arief Pambudi Nugraha; Bestian P. Simarmata
Jurnal Himasapta Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Himasapta Volume 7 Nomor 01 April 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v7i1.5341

Abstract

Kawasan waduk sermo memiliki beberapa akses wisata yang cukup baik sehingga memungkinkan untuk warga sekitar mengunjungi tempat tersebut. Untuk menambah kenyamanan para wisatawan maka diperlukan kajian mengenai kestabilan lereng di Kawasan tersebut. Variasi dari nilai parameter sifat mekanik batuan yaitu nilai Uniaxial Compressive Strength (UCS) dan nilai Geological Strength Index (GSI) akan mempengaruhi perhitungan faktor keamanan suatu lereng sehingga perlu diteliti seberapa besar pengaruh dari masing-masing nilai tersebut. Lereng pada Kawasan Waduk Sermo memiliki klasifikasi GSI untuk massa batuan adalah berkisar antara 65-85 dan memiliki nilai UCS berkisar antara 50-100. Kemudian nilai tersebut disimulasikan ke dalam perhitungan kestabilan lereng dengan metode Bishop dalam Limit Equilibrium Method, didapatkan faktor keamanan lereng pesimis ialah 9.51. Hubungan nilai GSI terhadap Faktor Keamanan lereng adalah positif, semakin besar nilai GSI maka semakin Besar pula nilai FK pada suatu lereng. Hubungan nilai UCS terhadap Faktor Keamanan lereng adalah positif, semakin besar nilai GSI maka semakin Besar pula nilai FK pada suatu lereng. Pengaruh nilai UCS terhadap Faktor Keamanan lereng lebih stabil dibandingkan nilai GSI dengan kenaikan 1.42 nilai FK setiap kenaikan 10 nilai UCS.
PERBANDINGAN GEOSTATISTIK METODE KRIGING DAN CO-KRIGING MENGGUNAKAN ESTIMASI POINT KRIGING Arief Pambudi Nugraha
Retii 2020: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-15
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine a variogram model with kriging and co-kriging with point kriging and point co-kriging estimation based on linear, exponential, spherical, gaussian variogram models and in isotropic and anisotropic orientations. The research method includes assay analysis of 132 data with the primary variable (Ur) having 24 data and the secondary variable (C) having 126 data. Data processing was done by looking for a model for each method in isotropic and anisotropic orientations. The determination of the model used cross validation by looking at the regression parameters R2, SE, and SE prediction. The results obtained are the kriging method, the best model is the spherical and the co-kriging method is the exponential model. From the comparison of the two methods, the isotropic orientation is better than anisotropic in terms of error and the results of the co-kriging method have a better estimate than kriging.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DI WADUK SERMO DENGAN METODE KINEMATIKA DAN METODE KESETIMBANGAN BATAS Arief Pambudi Nugraha
Retii 2020: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-15
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan umum yang dibangun di daerah perbukitan selalu memiliki lereng-lereng terjal disisi jalan. Lereng tersebut dikhawatir kan akan terjadi longsor yang mengakibatkan banyak kerugian. Kerugian nya antara lain keselamatan pengendara dan kerugian ekonomi setempat karena terkendala akses melewati jalan maupun akibat dari longsoran yang mengenai pemukiman sekitar. Pada daerah wisata Waduk Sermo terdapat jalan-jalan yang dikelilingi oleh lereng. Dimana lereng ini merupakan akses jalan wisatawan maupun warga setempat. Batuan yang terdapat pada lereng adalah breksi andesit. Metode yang digunakan untuk menganalisa kestabilan lereng yaitu metode kinematika dan metode kesetimbangan batas. Komposisi arah dan kemiringan lereng adalah 325°/50°dan sudut geser dalam yaitu 48°. Lereng daerah penelitian berpotensi terjadi longsoran baji sebesar 0,25% yang dihasilkan dari perpotongan bidang struktur yaitu bidang kekar, berarah 57/14. Hasil perhitungan kemantapan lereng, meggunakan metode kesetimbangan batas, didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 4,4. Dari hasil tersebut menyatakan bahwa lereng tersebut sangatlah aman. Dengan kemiringan lereng yang cukup besar yaitu 65° dan tinggi 25 meter.
Studi Literatur: Pengaruh Nilai UCS Dalam Menentukan Faktor Keamanan Lereng Batuan Di Indonesia Arief Pambudi Nugraha
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i2.84

Abstract

Kestabilan lereng batuan merupakan aspek kritis dalam rekayasa geoteknik, khususnya di Indonesia yang memiliki topografi kompleks dengan dominasi batuan vulkanik. Nilai Uniaxial Compressive Strength (UCS) merupakan parameter fundamental yang mempengaruhi perhitungan faktor keamanan lereng. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan literatur sistematis terhadap pengaruh nilai UCS dalam menentukan faktor keamanan lereng batuan vulkanik di Indonesia, dengan fokus pada potongan jalan dan lereng alami periode 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan nilai UCS batuan vulkanik Indonesia berkisar 50-100 MPa dengan korelasi positif terhadap faktor keamanan, dimana peningkatan UCS sebesar 10 MPa dapat meningkatkan faktor keamanan hingga 0.14. Kombinasi UCS dengan parameter GSI (65-85) menghasilkan prediksi faktor keamanan yang lebih akurat (FS = 1.2-2.6). Pelapukan tropis menyebabkan degradasi UCS hingga 60-70% pada zona permukaan (0-3 m). Kondisi hidrologi menunjukkan pengaruh dominan dimana peningkatan muka air tanah 70 m dapat menurunkan faktor keamanan hingga di bawah 1.2. Implikasi praktis menekankan pentingnya pengujian UCS representatif, klasifikasi massa batuan terintegrasi, dan prioritas manajemen hidrologi untuk meningkatkan faktor keamanan lereng batuan vulkanik di Indonesia.
Peran Gradasi dan Mineralogi dalam Menentukan Kekuatan dan Kompresibilitas Material Disposal Tambang Nikel: Kajian Literatur Nugraha, Arief Pambudi
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 3 No. 6 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i6.1209

Abstract

Mine disposal materials such as tailings, overburden, and waste rocks are critical components in mining operations that require comprehensive understanding of their geotechnical properties to ensure stability and safety of storage facilities. This literature review aims to analyze the role of particle gradation and mineralogical composition in determining shear strength and compressibility of mine disposal materials, with particular focus on nickel mining. A sistematic literature review method was employed by analyzing 30 scientific publications from 2019-2025 obtained from various academic databases. The review findings indicate that particle size distribution (gradation) has significant influence on shear strength and compressibility, where materials with coarser gradation and higher coefficient of uniformity (Cu) exhibit greater shear strength and lower compressibility. Mineralogy, particularly clay mineral content, increases cohesion and microporosity but also increases compressibility under loose conditions. Studies on nickel mine waste demonstrate that ferronickel slag possesses favorable drainage characteristics suitable for rockfill material, while tailings require strict gradation control. In conclusion, comprehensive characterization integrating gradation parameters (Cu, Cc, D50) with mineralogical analysis (XRD, XRF) is essential for predicting mechanical behavior of mine disposal materials and designing safe storage facilities.
Studi Literatur Akurasi Metode Slope Mass Rating untuk Evaluasi Kestabilan Lereng Tambang Batubara di Indonesia Nugraha, Arief Pambudi
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 3 No. 4 (2025): November : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v3i4.1189

Abstract

This literature study evaluates the accuracy of the Slope Mass Rating (SMR) method for coal mine slope stability in Indonesia through a systematic descriptive synthesis of 25 empirical studies from 2020 to 2025. The objectives of the study were to identify the level of SMR prediction accuracy, factors affecting the method's performance, and modifications required for local Indonesian conditions. The research method involved a systematic search with inclusion criteria for empirical studies reporting SMR and/or Safety Factor (SF) values ​​for coal mines and associated slopes in Indonesia. Quantitative analysis showed a range of reported SMR values ​​between 41 and 96 with a median of 72, while SF values ​​ranged from 1.137 to 4.09 for normal operational conditions. The synthesis results indicated that SMR provides a consistent stability classification for initial slope design and failure mode identification (planar, wedge, toppling), with historical validation showing a correlation of up to 91.23% between SMR-based hazard zoning and actual field events in some cases. Key limitations include dependence on discontinuity data quality, sensitivity to groundwater conditions and tropical weathering, and variation in the interpretation of adjustment factors F1-F4. Modifications such as NAAF23 and integration with numerical modeling have been shown to improve prediction reliability. It is recommended that coal mining practitioners combine SMR with kinematic analysis and limit equilibrium modeling as standard operating procedures, and develop adjustment factors specific to Indonesian geological conditions. Further research should focus on standardizing parameter reporting and cross-site quantitative validation to enable more robust statistical meta-analyses.