Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN GEOSTATISTIK METODE KRIGING DAN CO-KRIGING MENGGUNAKAN ESTIMASI POINT KRIGING Arief Pambudi Nugraha
Retii 2020: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-15
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine a variogram model with kriging and co-kriging with point kriging and point co-kriging estimation based on linear, exponential, spherical, gaussian variogram models and in isotropic and anisotropic orientations. The research method includes assay analysis of 132 data with the primary variable (Ur) having 24 data and the secondary variable (C) having 126 data. Data processing was done by looking for a model for each method in isotropic and anisotropic orientations. The determination of the model used cross validation by looking at the regression parameters R2, SE, and SE prediction. The results obtained are the kriging method, the best model is the spherical and the co-kriging method is the exponential model. From the comparison of the two methods, the isotropic orientation is better than anisotropic in terms of error and the results of the co-kriging method have a better estimate than kriging.
ANALISIS KESTABILAN LERENG DI WADUK SERMO DENGAN METODE KINEMATIKA DAN METODE KESETIMBANGAN BATAS Arief Pambudi Nugraha
Retii 2020: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-15
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan umum yang dibangun di daerah perbukitan selalu memiliki lereng-lereng terjal disisi jalan. Lereng tersebut dikhawatir kan akan terjadi longsor yang mengakibatkan banyak kerugian. Kerugian nya antara lain keselamatan pengendara dan kerugian ekonomi setempat karena terkendala akses melewati jalan maupun akibat dari longsoran yang mengenai pemukiman sekitar. Pada daerah wisata Waduk Sermo terdapat jalan-jalan yang dikelilingi oleh lereng. Dimana lereng ini merupakan akses jalan wisatawan maupun warga setempat. Batuan yang terdapat pada lereng adalah breksi andesit. Metode yang digunakan untuk menganalisa kestabilan lereng yaitu metode kinematika dan metode kesetimbangan batas. Komposisi arah dan kemiringan lereng adalah 325°/50°dan sudut geser dalam yaitu 48°. Lereng daerah penelitian berpotensi terjadi longsoran baji sebesar 0,25% yang dihasilkan dari perpotongan bidang struktur yaitu bidang kekar, berarah 57/14. Hasil perhitungan kemantapan lereng, meggunakan metode kesetimbangan batas, didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 4,4. Dari hasil tersebut menyatakan bahwa lereng tersebut sangatlah aman. Dengan kemiringan lereng yang cukup besar yaitu 65° dan tinggi 25 meter.
Studi Literatur: Pengaruh Nilai UCS Dalam Menentukan Faktor Keamanan Lereng Batuan Di Indonesia Arief Pambudi Nugraha
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i2.84

Abstract

Kestabilan lereng batuan merupakan aspek kritis dalam rekayasa geoteknik, khususnya di Indonesia yang memiliki topografi kompleks dengan dominasi batuan vulkanik. Nilai Uniaxial Compressive Strength (UCS) merupakan parameter fundamental yang mempengaruhi perhitungan faktor keamanan lereng. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan literatur sistematis terhadap pengaruh nilai UCS dalam menentukan faktor keamanan lereng batuan vulkanik di Indonesia, dengan fokus pada potongan jalan dan lereng alami periode 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan nilai UCS batuan vulkanik Indonesia berkisar 50-100 MPa dengan korelasi positif terhadap faktor keamanan, dimana peningkatan UCS sebesar 10 MPa dapat meningkatkan faktor keamanan hingga 0.14. Kombinasi UCS dengan parameter GSI (65-85) menghasilkan prediksi faktor keamanan yang lebih akurat (FS = 1.2-2.6). Pelapukan tropis menyebabkan degradasi UCS hingga 60-70% pada zona permukaan (0-3 m). Kondisi hidrologi menunjukkan pengaruh dominan dimana peningkatan muka air tanah 70 m dapat menurunkan faktor keamanan hingga di bawah 1.2. Implikasi praktis menekankan pentingnya pengujian UCS representatif, klasifikasi massa batuan terintegrasi, dan prioritas manajemen hidrologi untuk meningkatkan faktor keamanan lereng batuan vulkanik di Indonesia.