Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAPASITAS PENAMPUNG OPTIMUM DAN PAYBACK PERIOD PENERAPAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN PADA PERMUKIMAN Hendri widiantoni
Retii 2022: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-17
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akses air bersih belum merata di beberapa wilayah Samarinda, sedangkan curah hujan bulanan Samarinda cukup tinggi yaitu 213,9 mm pada tahun 2017. Air hujan dapat dipanen untuk menjadi alternatif sumber air bersih. Selain itu, runoff dapat dikurangi dengan memanen air hujan maka penelitian ini dilakukan menggunakan beberapa skenario untuk mencari sistem pemanenan air hujan (SPAH) terbaik untuk permukiman. Data curah hujan harian kota Samarinda selama 5 tahun (2015-2019) digunakan dalam studi ini. SPAH disimulasikan pada 15 kelompok pengguna dengan luas atap mulai dari 36 m2 sampai 120 m2 dan jumlah penghuni 2-5 orang. SPAH juga disimulasikan menggunakan tangki dengan ukuran yang berbeda-beda yang tersedia di pasaran. Kapasitas penampung optimum ditentukan berdasarkan biaya air per tahun yang paling rendah dengan tolak ukur harga air dari PERUMDAM Tirta Kencana (perusahaan air minum). Kapasitas tangki yang optimum digunakan berkisar antara 1200-3600 liter. Saat tangki optimum digunakan, SPAH dapat menyuplai kebutuhan air sebanyak 23,7% sampai 75,5% dan waktu pengembalian biaya instalasi mulai dari 12 tahun sampai 19 tahun.