p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Manaj
RAYU MEGA PERMATASARI
STAI TEBINGTINGGI DELI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEDUDUKAN AGAMA DI ERA GLOBALISASI (MANAJEMEN KEHARMONISAN UMAT: SEBUAH PENDEKATAN MULTIKULTURAL) RAYU MEGA PERMATASARI
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 1 No. 2 (2021): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.626 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v1i2.589

Abstract

ABSTRAK: Tulisan ini akan melihat eksistensi agama dalam era globalisasi. Nilai agama yang bersifat privat, sakral, dan transenden saat ini masuk dalam pusaran globalisasi yang bersifat bertolak belakang dengan agama. Globalisasi bersifat utilitarian yang menggerus lokalitas masyarakat dunia. Sebagai sebuah keniscayaan, globalisasi tidak bisa ditolak oleh warga dunia manapun, termasuk di dalamnya adalah warga negara yang beragama. Globalisasi sebagai proses sejarah sekaligus sebuah tren ekonomi telah memberi pengaruh yang signifikan terhadap struktur sosial dan tingkat kesejahteraan manusia. Ada pengaruh yang bersifat positif, seperti tersedianya informasi yang mudah diakses secara cepat, masif, dan ekonomis serta terjalinnya kehidupan manusia berkat tersedianya jaringan komunikasi dan transaksi global. Namun, ada pula pengaruh yang bersifat negatif, seperti persaingan sosial, budaya, agama, politik, dan bisnis. Menguatnya sentimen antar suku, ras, agama, dan bangsa-bangsa di beberapa tempat, serta melebarnya kesenjangan dan ketimpangan ekonomi antara yang kaya dengan yang miskin. Begitu pula telah terjadi kerusakan lingkungan alam akibat eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam yang berlebihan, adalah berbagai dampak negatif dari proses sejarah dan pusaran ekonomi global yang sedang berputar sekarang ini. Bagian terpenting dari tulisan ini adalah menjelaskan mengenai agama sebagai komunikator terbaik untuk keutuhan umat berbasis kemanusiaan. Dengan adanya sebuah wadah yaitu agama, maka “kekerasaan atas nama agama” akan digantikan secara otomatis dengan “beragama tanpa kekerasan”. Pencarian kerohanian dan kembali kepada hakikat agama yang mungkin menjadi salah satu solusi yang rasional untuk menyikapi globalisasi. Analisis multi-kultural yang digunakan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan pembentukan pengalaman persepsi manusia pada umur, agama, sosial dan status ekonomi, identitas budaya, bahasa, ras, dengan kemampuan-kemampuan yang berbeda. Kata-Kata Kunci: Agama, Globalisasi, manajemen keutuhan umat, multikultural
Pola Komunikasi Keluarga Pengguna Gadget Aktif di Desa Silau Manik Kecamatan Siantar: Perspektif Komunikasi Islam Rayu Mega Permatasari
Al-Manaj : Jurnal Program Studi Manajemen Dakwah Vol. 2 No. 01 (2022): Al-Manaj
Publisher : Prodi Manajemen Dakwah STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.719 KB) | DOI: 10.56874/almanaj.v2i01.824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi keluarga, dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget aktif, serta pandangan komunikasi Islam terhadap pola komunikasi keluarga pengguna gadget aktif. Di samping itu, sasaran khusus yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah sebuah tolak ukur pengembangan komunikasi dalam keluarga berdasarkan kurun waktu yang tidak ditentukan. Artinya, pola komunikasi keluarga yang digunakan selalu sesuai dengan kondisi dan perkembangan teknologi di setiap zaman yang digunakan. Kontribusi komunikasi berbasis Islam memiliki peran yang sangat penting dalam hal ini. Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi semua kondisi termasuk pola komunikasi keluarga, dan untuk membantu mengantisipasinya sangatlah dibutuhkan komunikasi Islam agar terciptanya keterpaduan yang harmonis antara ayah, Ibu dan anak dalam berkomunikasi sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang tidak dilakukan dengan menggunakan struktur rumus dan gambar yang terukur. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami keunikan luar dan dalam melalui berbagai informasi. Dengan demikian, dalam tinjauan ini, masalah kedalaman (sifat) informasi lebih ditekankan dibandingkan dengan jumlah informasi. Pendekatan deskriptif juga bertujuan untuk mendapatkan penggambaran dari atas ke bawah tentang wacana, komposisi, dan cara yang jelas dari perilaku individu, pertemuan lokal atau asosiasi dalam pengaturan tertentu yang dianggap menurut sudut pandang yang lengkap.