Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Layanan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Semeru dengan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) Yovita Inggar Mawardi; Ratri Wulandari; Gusti Kinanti Wahyu Istiqomah; Rheynaldi Lintang Susila; Aulia Ilecsi Hendriavi
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1059.466 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19218

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kelangsungan hidup masyarakat. Perumahan dan permukiman yang bagus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas hidup dan pemerataan kesejahteraan rakyat. pengadaan rumah susun adalah salah satu alternatif untuk menangani permasalahan kebutuhan perumahan dan permukiman yang ada di kota yang cenderung memiliki peningkatan penduduk yang cukup pesat. Rumah susun merupakan solusi alternatif yang cukup efektif karena pembangunan rumah susun dapat menghemat penggunaan tanah, membuat peremajaan kota bagi daerah yang kumuh, dan memberikan bantuan terhadap Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Kebutuhan hunia untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) semakin terua meningkat, untuk mengatasi permasalahan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, salah satu kebijakan dan strategi Pemerintah Kota Probolinggo dalam membantu masyarakat untuk menyediakan tempat tinggal bagi keluarga kurang mampu adalah dengan adanya penyediaan Rumah Susun (Rusunawa) Semeru. Dengan adanya Rusunawa diharapkan mampu memberikan hunian yang nyaman dan layak untuk bisa meningkatkan kualitas hidup penghuni Rusunawa. Namun, fungsi dari rusunawa tersebut kenyataannya belum tercapai karena hanya melihat bentuk fisik dari rusunawa tanpa melihat persepsi dan kebutuhan sarana prasarana dari penghuni. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat variabel – variabel sarana prasarana yang belum optimal dikarenakan tidak terawat dan pengelolaannya masih belum optimal, berdasarkan analisis tingkat kepuasan masyarakat penghuni rusunawa dihasilkan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan strategi tersebut diharapakan bisa terealisasi dan dapat menunjang keberlangsungan kehidupan yang lebih baik lagi untuk penghuni Rusunawa Semeru.
Strategi Pengurangan Tingkat Pengangguran dengan Mengetahui Korelasi Tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Angkatan Kerja di Kabupaten Bondowoso Sonia Nuri Aprilia; Ratri Wulandari; Nizar Qomarodin
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.702 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19221

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan acuan sebagai indicator keberhasilan ekonomi di suatu wilayah. Indikator tersebut salah satunya adalah terkait pengangguran. Pengangguran merupakan suatu permasalahan serius yan harus ditindaklajuti oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan keberhasilan ekonomi daerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan tingkat angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran dan merumuskan strategi pengurangan tingkat pengangguran di Kabupaten Bondowoso. Dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi untuk megetahui hubungan antar variable yaitu variable pertumbuhan ekonomi dan tingkat angkatan kerja. Dilanjutkan dengan analytical hierarchy process (AHP) untuk mengetahui variabel yang menjadi prioritas dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjakkan bahwa: Hasil analisis korelasi berdasarkan nilai Sig. (2-tailed) dan correlation pearson diketahui bahwa antara variabel pertumbuhan ekonomi dan angkatan kerja dengan jumlah pengangguran tidak berhubungan. Namun, karena r hitung atau pearson correlations dalam analisis ini bernilai positif maka itu artinya hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat positif (+) atau dengan kata lain semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan angkatan kerja maka akan meningkatkan pula jumlah pengangguran. 2) Berdasarkan hasil Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk mengetahui faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumalah pengangguran, diketahui bahwa faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran adan kualitas sumber daya manusia. 3) Berdasarkan faktor prioritas yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah pengangguran, maka dapat dilauka upaya dalam mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Bondowoso antara lain mengadakan pelatihan kerja, pengembangan dan bimbingan usaha secara mandiri, meningkatkan mutu pendidikan, dan meningkatkan hubungan antara lembaga pendidikan dan industri.