Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teori Big Push dalam Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Mengatasi Kemiskinan Jember Wafi Farhan; Ilham Wahyu Hartono; Yuliatri Meganingrum
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.226 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19219

Abstract

Kemisikinan suatu daerah merupakan masalah besar yang selalu menjadi momok tiap tahunya. Kemiskinan daerah terjadi kaerana ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan yang mendasar seperti pendidikan, pakan dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan karena sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Menurut Friedman pengertian kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan kekuasaan sosial berupa asset, sumber keuangan, organisasi sosial politik, jaringan sosial, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan, serta informasi. Teoru Big Push merupakan suatu teori untuk mendorong percepatan perekonomian disuatu daerah. Hal tersebut lebih efisien apabila dapat dikolaborisakn dengan pengembangan ekonomi lokal. Dimana pengembangan ekonomi lokal di gunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang melibatkan masyarakat lokal, dunia usaha, pemerintah dan organisasi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi suatu wilayah. Diharapkan kedua teori tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi kemiskinan di suatu daerah.
Implementasi Konsep Kampung Tematik sebagai Solusi Permukiman Kumuh di Kauman Jember Ilham Wahyu Hartono; Wafi Farhan; Indy Farha Elya Hardiyanti; Piping Dwi; Nanta Andra Yoga
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.559 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v1i1.19220

Abstract

Permukiman kumuh adalah masalah kompleks yang sedang dihadapi oleh kota besar maupun berkembang. Secara umum, permukiman kumuh dapat dilihat dari kodisi fisik berupa bangunan, jaringan jalan, sistem drainase, dan pengelolaan sampah. Dilihat dari kondisi sosial ekonomi dimana tingkat kemisikinan dan angka pengangguran tinggi dan terjadi dampak berupa kondisi kesehatan, sumber penyebaran dan perilaku menyimpang. Munculnya kampung kota berawal dari masyarakat desa yang ingin meningkatkan perekonomianya dengan mencari pekerjaan ke kota. Salah satu kampung kota yang menarik untuk dibahas dan diteliti adalah Kauman Jember. Kauman Jember merupakan permukiman yang terletak di kawasan perkotaan Jembet tepatnya di daerah alun-alun. Kauman Jember merupakan salah satu kawasan yang mencirikan permukiman kumuh. Sehubungan dengan hal tersebut, kondisi lokasi penelitian mememiliki kesaamaan secara fisik dan histroris, Kampung Jodipan Malang memiliki karakteristik yang sama dengan Kampung Kauman, saat ini Kampung Jodipan menjadi kampung smarth living, sebelum menjadi kampung smart living kampung jodipan merupakan permukiman kumuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kawasan permukiman kumuh yang terdapat di Kauman dan di korelasikan dengan karakteristik Kawasan Wisata Jodipan dahulu yang kemudian muncul sebuah konsep untuk mengatasi permasalahan kumuh di Kauman dan di korelasikan dengan karakteristik Kawasan Wisata Jodipan dahulu yang kemudian muncul sebuah konsep untuk mengatasi permasalahan kumuh di Kauman. Hasil yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan Kampung Kauman yang dijadikan kawasan wisata dapat diharapkan menjadi sumber dan potensi kegiatan ekonomi yang dapat dipercaya, termasuk kegiatan sektor lain sehingga lapangan pekerjaan, pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah meningkat melalui upaya pengembangan kampung kauman menjadi kampung Tematik warna-warni.