Afriyadi, Tri Fahad Lukman Hakim, Ahamad Mubarok
Insitut Pesantren KH Abdul Chalim, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Pendidikan Agama Islamdalam Membimbing Self Control Padasiswa Yatim Atau Piatu Afriyadi, Tri Fahad Lukman Hakim, Ahamad Mubarok
ALACRITY : Journal of Education Volume 3 Issue 1 Februari 2023
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v3i1.134

Abstract

Guru PAI sebagai pembimbing sakaligus membina siswa didiknya guna menacapai tujuan pendidikan Islam yang rahmatan lil alamin, sehingga siswa didik dapat mengontrol dirinya kearah berbudi pekerti yang luhur seerta mulia, baik di lingkungan keluarganya maupun dilingkungan social masyarakat, Mengontrol diri (Self control) adalah salah satu fungsi sentral dalam individu, Efek dari kontrol diri munculnya perilaku dianggap berpengaruh, karena hasil dari proses kontrol seseorang adalah perilaku yang terlihat, dan pada observasi di MTs Nurul Falah Palembang memiliki terobosan dalam membimbing self control pada siswa yatim atau piatu oleh guru pendidikan agama Islam. Fokus penelitian dalam penulisan ini adalah Bagaimana kegiatan guru pendidikan agama Islam untuk membimbing self control Pada Siswa Yatim Atau Piatu, di MTs Nurul Falah Palembang dan bagaiamana Implikasi strategi guru pendidikan agama Islam untuk membimbing self control pada siswa yatim atau piatu, di MTs Nurul Falah Palembang. Penelitian ini menggunakan suatu pendekatan studi kasus, dan merupakan jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Mathew Miles dan A Michael Hubermen, yakni reduksi data penyajian data dan menarik kesimpulan (Verufikasi). Hasil penelitian dari Strategi guru pendidikan agama Islam dalam membimbing self control pada siswa yatim atau piatu yaikni ada empat strategi yang dilakukan oleh guru PAI, 1). Melalui kegiatan keagamaan, 2). Adanya kerjasama antara guru pendidikan agama Islam dengan guru bimbingan konseling, 3). Memahami karakter siswa, 4). Memberikan tanggung jawab dan kegiatan yang positif.