Arisludin Arisludin
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RITUAL ZIARAH MASYARAKAT KAPOTA DI MAKAM (KOBURU) LA BAPA KAPOTA Arisludin Arisludin; Wa Ode Winesty Sofyani
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6 Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Ritual Ziarah Masyarakat Kapota di KoburuLa Bapa: Studi Di Desa Kapota, Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Teori yang digunakan mengacu pada teori Victor Turner. Penulis menggunakan metode deskriptif Kualitatif dengan melakukan beberapa tahapan yakni, observasi, wawancara biasa, wawan mendalam, dan pengamatan terlibat yang kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode Etnografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Kapota percaya dan kerab menjadikan makan La Bapa di Benteng Togo Molengo tersebut sebagai sarana untuk ritual mistik seperti upacara adat dan keagamaan, yaitu seperti berhajad atau bernazar, berdoa meminta keselamatan dan kesembuhan dari segala penyakit, dengan cara melalui perantara keberkatan dan kesucian La Bapa atau Bapak Barakati yang dianggap sebagai orang sakti dan leluhur. Melalui perantara Bapak Barakati ini, sehingga diyakini mampu menghilangkan dan memulihkan orang sakit.
Ritual Ziarah Masyarakat Kapota di Makam (Koburu) La Bapa Kapota Arisludin Arisludin; Wa Ode Winesty Sofyani
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i2.1637

Abstract

This study aims to determine the Pilgrimage Ritual of the Kapota Community in KoburuLa Ayah: Study in Kapota Village, South Wangi-wangi District, Wakatobi Regency. The theory used refers to the theory of Victor Turner. The author uses a qualitative descriptive method by carrying out several stages namely, observation, regular interviews, in-depth interviews, and involved observations which then the data obtained are analyzed using the ethnographic method.The results showed that the Kapota community believed and used to eat La Ayah at the Togo Molengo Fort as a means for mystical rituals such as traditional and religious ceremonies, such as making pilgrimages or vows, praying for safety and healing from all diseases, by means of intermediary blessings and the holiness of La Father or Mr. Barakati who is considered a sacred person and an ancestor. Through this intermediary Mr. Barakati, it is believed that he is able to eliminate and restore sick people.