Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN DI DESA TAMEDAN KOTA TUAL Imanuel Musa Thenu; Yuliana Anastasia Ngamel; Ali Rahantan; Maimuna Renhoran
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i2.370

Abstract

Perikanan tangkap merupakan sektor yang menjanjikan terutama pada wilayah pesisir, termasuk dalam hal ini adalah nelayan di desa Tamedan, Kota Tual. Desa Tamedan memiliki potensi perairan yang kaya akan sumber daya ikan karena berada pada perairan Rumadan dan Ohoimas yang merupakan salah satu wilayah penangkapan ikan yang terkenal dengan potensi ikan karang. Hasil survei yang dilakukan oleh tim bersama-sama dengan mitra sangat terlihat jelas banyaknya terumbu karang yang rusak akibat dari aktivitas penangkapan illegal dengan menggunakan bahan peledak, racun maupun alat tangkap yg tidak ramah lingkungan. Permasalahan ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan mitra tentang penggunaan bahan-bahan berbahaya dengan sengaja, menggunakan bahan peledak dan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan secara terus menerus. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim memberikan penyuluhan dan kampanye sadar lingkungan terutama dalam pengunaan alat tangkap ramah lingkungan kepada masyarakat, pelatihan dan simulasi pengunaan alat tangkap ramah linkungan kepada mitra, Tujuan dan manfaat dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan terhadap penggunaan bahan peledak dan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan dan manfaatnya nelayan tangkap lebih mengenal dampak bahaya dari penggunaan bahan peledak dan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan sehingga bisa menjadi agen perubahan bagi nelayan sekitar lewat pengetahuan yang sudah diperoleh.
Pengaruh Ukuran Mata Jaring Bottom Gill Net Di Perairan Ohoi Namar Kabupaten Maluku Tenggara Yuliana Anastasia Ngamel; Julianus Notanubun; Imanuel Musa Thenu; Benediktus Jeujanan
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2023.Vol.7.No.3.306

Abstract

Fish resources Utilization in Southeast Maluku waters uses fishing gear, one of them is the bottom gill net. This study aims to determine the composition of fish species caught with different bottom gill net mesh sizes and the effective mesh size. The method used in this study was an experimental method of fishing with different mesh sizes, namely 2.5 inches and 3 inches, as well as data analysis using the paired sample t test. There were five types of catch obtained at a mesh size of 2.5 inches, namely Bubara fish (Carangoides bajad) totaling 54 individuals (22.41%), Cockatoos (Skarus dimidiatus) 46 individuals (18.67%), Samandar (Siganus canaliculatus 35 individuals (14.52%), Sikuda (Lethrinus atkinsoni) 39 individuals (12.45%) and Jackfruit seeds (Parupeneus indikus) totaling 24 individuals (9.96%).The mesh size of 3 inches obtained the type of Cockatoo fish (Skarus dimidiatus) totaled 27 individuals (30.58%), Jackfruit seeds (Parupeneus indikus) 14 individuals (15.91%), Bubara (Carangoides bajad) 13 individuals (14.77%), Samandar (Siganus canaliculatus) 11 individuals (12 .50 %) and sand (Pentapodus nagascokiensis) 6 (6.62 %). The total weight of the catch in basic gill nets with different mesh sizes, namely a 2.5-inch mesh size, obtained a total catch weight of 49,731.44 grams with an average catch per operation of 4,521.04 grams, while for mezh size 3 inches of 21,615.51 grams with an average per operation of 1,965.05 grams. Based on the paired sample t-test, it showed a significant difference in the use of different mesh sizes on the total weight of the catch, where the total weight of the catches obtained in the 2.5-inch treatment was more than in the 3-inch treatment, which means that hypothesis H1 is accepted Hâ‚’ rejected.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN ALAT TANGKAP RAMAH LINGKUNGAN DI DESA TAMEDAN KOTA TUAL Imanuel Musa Thenu; Yuliana Anastasia Ngamel; Ali Rahantan; Maimuna Renhoran
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i2.370

Abstract

Perikanan tangkap merupakan sektor yang menjanjikan terutama pada wilayah pesisir, termasuk dalam hal ini adalah nelayan di desa Tamedan, Kota Tual. Desa Tamedan memiliki potensi perairan yang kaya akan sumber daya ikan karena berada pada perairan Rumadan dan Ohoimas yang merupakan salah satu wilayah penangkapan ikan yang terkenal dengan potensi ikan karang. Hasil survei yang dilakukan oleh tim bersama-sama dengan mitra sangat terlihat jelas banyaknya terumbu karang yang rusak akibat dari aktivitas penangkapan illegal dengan menggunakan bahan peledak, racun maupun alat tangkap yg tidak ramah lingkungan. Permasalahan ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan mitra tentang penggunaan bahan-bahan berbahaya dengan sengaja, menggunakan bahan peledak dan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan secara terus menerus. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim memberikan penyuluhan dan kampanye sadar lingkungan terutama dalam pengunaan alat tangkap ramah lingkungan kepada masyarakat, pelatihan dan simulasi pengunaan alat tangkap ramah linkungan kepada mitra, Tujuan dan manfaat dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan terhadap penggunaan bahan peledak dan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan dan manfaatnya nelayan tangkap lebih mengenal dampak bahaya dari penggunaan bahan peledak dan alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan sehingga bisa menjadi agen perubahan bagi nelayan sekitar lewat pengetahuan yang sudah diperoleh.