Syah Ahmad Qudus Dalimunthe
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terminologi Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an Syah Ahmad Qudus Dalimunthe
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.285 KB)

Abstract

Dewasa ini, banyak orang yang melakukan kegiatan dakwah tetapi tidak seperti yang diserukan oleh alqur’an. Hal ini disebabkan belum memahami kedudukan Islam sebagai agama yang sempurna, terpelihara dan terjamin dari setiap penyimpangan, perubahan dan penyisipan. Oleh sebab itu, penulis menjadikan hal ini sebagai latar belakang dalam penelitian ini. Penelitian ini memakai metode penelitian studi literatur (library research). Dakwah secara bahasa ialah ajakan berupa menyeru, memohon ataupun mengajak. Dakwah menurut istilah adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang atau sekolompok muslim dalam mengajak atau menyerukan seseorang atau sekelompok orang untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam yaitu melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah yang telah tertuang dalam Alqur’an dan hadits untuk memperoleh kesenangan di dunia maupun di akhirat. Unsur-unsur dakwah adalah komponen yang terdapat dalam setiap kegiatan dakwah. Adapun unsur-unsur tersebut adalah da’i (pelaku dakwah), mad’u (mitra dakwah), maddah (materi dakwah), wasilah (media dakwah), thariqoh (metode dakwah), dan atsar (efek dakwah).
Penguatan Moderasi Beragama melalui Peran KUA Perbaungan dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama Masyarakat Perbaungan Syah Ahmad Qudus Dalimunthe; Mailin Mailin
Al-Balagh : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/ab.jki.v7i1.17025

Abstract

Indonesia is a very diverse country. This makes Indonesia vulnerable to inter-ethnic or religious conflicts. To avoid this conflict there must be harmony between religious communities. One of the efforts made by government organizations such as the KUA is to maintain cultural communication so that people and people who live in the community can unite and interact with adherents of other religions. The theory used in this study is the concept of communication and cultural conflict from Samovar and Little John and Dominici. Then also use the concept of the relationship between Gillin and Gillin. The study was conducted through qualitative research, and aimed to explore differences in communication as well as results for residents and the general population of different religions. This investigation has revealed that there is a combination of population. This presentation shows that the interaction between the two religions is mutually beneficial, so there is no conflict as seen in other religions