Zakie Abdullah
STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Belajar Syaikh Az-Zarnuji dan Relevansinya terhadap Pendidikan Modern Zakie Abdullah
SINTESA: Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol 4, No 1 (2022): Juli-Desember
Publisher : Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (KOPERTAIS) Wilayah V Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sintesa.v4i1.566

Abstract

This article focuses on Shaykh Az Zarnuji's book Ta'lim al-Muta'allim. Shaykh Az Zarmuji explained that learning is an obligation that has been prescribed by religion both through the Al-Quran and Hadith, and all of this is done through a teaching process that is both divine and basyariyah in nature. This study shows that there are two learning methods of Shaykh Az Zarnuji, namely, the ethical method in the form of intention to learn and the strategic method, which includes how to choose lessons, choose teachers, choose friends, and take study steps. In general, the book of Ta'lim Muta'allim is still very relevant to be applied in the contemporary world of education, especially in terms of aqidah and morals, as well as mutual respect between students and educators for the knowledge gained in the teaching and learning process carried out in an educational institution.AbstrakKajian ini berusaha memfokuskan pada tulisannya Syaikh Az Zarnuji yang berjudul Ta’lim Al Muta’allim. Syaikh Az Zarmuji menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah kewajiban yang telah di syariatkan oleh agama baik melalui Al-Quran maupun Hadist, dan semua ini melalui proses pengajaran yang bersifat Ilahiyah maupun Basyariyah. Kajian ini menunjukkan bahwa terdapat dua metode belajar Syaikh Az Zarnuji yaitu metode bersifat etik yang berupa niat dalam belajar dan metode bersifat strategi yang mencakup cara memilih pelajaran, memilih guru, memilih teman, dan langkah langkah belajar. Secara umun kitab Ta’lim Muta’allim masih sangat relevan untuk diterapkan di dalam dunia pendidikan kekinian, terutama pada sisi aqidah dan akhlak serta saling menghargai antara peserta didik dengan tenaga pendidik atau peserta didik terhadap ilmu yang didapatkan dalam proses belajar mengajar yang di laksanakan pada suatu lembaga pendidikan.