Tiara Aninda Vitari, Rachmi Sulistyarini, Rumi Suwardiyati Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: tiaraaninda@student.ub.ac.id ABSTRAK Hasil Penelitian yang ditemukan oleh peneliti adalah kekaburan norma terjadi pada Pasal 1 angka 2 Undang – Undang Nomor 42 Tahun 1999 mengenai objek jaminan fidusia benda bergerak karena kekaburan peraturan yang mengatur apakah hewan ternak dapat dijadikan sebagai objek jaminan fidusia, menurut hasil penelitian dengan menggunakan metodologi tersebut di atas. Hewan ternak dianggap sebagai benda bergerak karena sifat Karena sifatnya dan dapat digunakan sebagai produk inventaris, maka hewan ternak memenuhi kriteria untuk digunakan sebagai objek jaminan fidusia. Kemudian, terdapat beberapa perbedaan di Indonesia dan Amerika dari berbagai aspek mengenai praktik hewan ternak yang dijadikan sebagai jaminan fidusia. Lalu, cara pembebanan hewan ternak berbeda dengan cara pembebanan objek jaminan lainnya. Ketika hewan ternak yang dijadikan jaminan fidusia mati maka hewan ternak harus di eksekusi sesuai dengan aturan yang ada. Dalam upaya mencegah terjadinya wanprestasi maka pihak bank dan koperasi selalu mengawasi pihak debitur untuk tidak membayar kredit dengan lunas. Kata Kunci : Karakteristik, Objek Jaminan Fidusia ABSTRACT This research investigates the vagueness of norm found in Article 1 point 2 of Law Number 42 of 1999 concerning Moveable Fiduciary Security in terms of whether livestock can be used as fiduciary security. The animal as livestock is categorized as a moveable object since it can be used in inventory, and, thus, livestock meets the criterion to be used as a fiduciary security. However, there are some differences between Indonesia and the US in terms of aspects of setting an object as a fiduciary security, and setting livestock as a fiduciary security is different from setting other objects as fiduciary security. When the livestock set as the security is dead, the execution of the security should be performed according to the existing regulation. To avert any likelihood of breach of contract, banks and cooperatives should always conduct supervision of debtors failing to pay off their debts. Keywords: characteristics, fiduciary security