Rasyad Ibnu Hisyam
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ABU AL-ASWAD AD-DU’ALI WA DAWRUH FII TARIKH ‘ILM AL-NAHW Rasyad Ibnu Hisyam
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2237

Abstract

Abstrak: Ilmu nahwu merupakan salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang sangat penting karena merupakan kunci untuk memahami Al-Qur'an, hadits, ilmu-ilmu bahasa Arab, dll. Ilmu ini memfokuskan kajiannya pada perubahan baris akhir dari suatu kata dalam bahasa Arab, karena perubahan baris akhir tersebut akan merubah kedudukan kata dalam kalimat itu sendiri. Dengan Ilmu nahwu kita dapat mengetahui kedudukan kata dalam Bahasa Arab baik dari segi sintaksis dan konstruksinya, dan dengan ilmu ini juga kita tahu bagaimana seharusnya baris akhir suatu kata apakah dia harus rafa’/nominatif, nasab/akusatif, jazam/asertif, atau jar/preposisi, dan dengan ilmu ini dapat mengetahui benar dan salahnya bahasa yang diucapan. Mayoritas ulama berpendapat bahwa perintis ilmu ini adalah Abu al-Aswad al-Du'ali, dan dia adalah orang yang paling mengerti bahasa Arab pada masanya dan orang pertama yang memberikan tanda baris pada Alquran. Beliau memiliki peran penting dan andil yang besar dalam menyusun dan memunculkan ilmu nahwu, karena beliau menciptakan ilmu baru yang belum ada dan belum dikenal sebelumnya dan dengan adanya ilmu ini, maka bahasa arab dan Al-Qur'an akan terdokumentasikan dengan baik, dan akan tetap terpelihara hingga hari kiamat. Karya ini telah menjadi rujukan, inspirasi dan motivasi bagi orang lain dan generasi sesudahnya untuk mengembangkannya masa ke masa hingga sampai pada kita hari ini. Disamping karena terjadinya berbagai kesalahan dan kerancuan ucapan dalam berbahasa Arab dan kesalahan dalam membaca Alquran, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan munculnya ilmu nahwu, yaitu faktor agama, faktor linguistik, dan faktor sosial dan faktor nasionalisme Arab.
ABU AL-ASWAD AD-DU’ALI WA DAWRUH FII TARIKH ‘ILM AL-NAHW Rasyad Ibnu Hisyam
An-Nahdah Al-'Arabiyah Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : An-Nahdah Al-'Arabiyah is published by Department of Arabic Language and Literature in cooperation with The Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/nahdah.v3i1.2237

Abstract

Abstrak: Ilmu nahwu merupakan salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang sangat penting karena merupakan kunci untuk memahami Al-Qur'an, hadits, ilmu-ilmu bahasa Arab, dll. Ilmu ini memfokuskan kajiannya pada perubahan baris akhir dari suatu kata dalam bahasa Arab, karena perubahan baris akhir tersebut akan merubah kedudukan kata dalam kalimat itu sendiri. Dengan Ilmu nahwu kita dapat mengetahui kedudukan kata dalam Bahasa Arab baik dari segi sintaksis dan konstruksinya, dan dengan ilmu ini juga kita tahu bagaimana seharusnya baris akhir suatu kata apakah dia harus rafa’/nominatif, nasab/akusatif, jazam/asertif, atau jar/preposisi, dan dengan ilmu ini dapat mengetahui benar dan salahnya bahasa yang diucapan. Mayoritas ulama berpendapat bahwa perintis ilmu ini adalah Abu al-Aswad al-Du'ali, dan dia adalah orang yang paling mengerti bahasa Arab pada masanya dan orang pertama yang memberikan tanda baris pada Alquran. Beliau memiliki peran penting dan andil yang besar dalam menyusun dan memunculkan ilmu nahwu, karena beliau menciptakan ilmu baru yang belum ada dan belum dikenal sebelumnya dan dengan adanya ilmu ini, maka bahasa arab dan Al-Qur'an akan terdokumentasikan dengan baik, dan akan tetap terpelihara hingga hari kiamat. Karya ini telah menjadi rujukan, inspirasi dan motivasi bagi orang lain dan generasi sesudahnya untuk mengembangkannya masa ke masa hingga sampai pada kita hari ini. Disamping karena terjadinya berbagai kesalahan dan kerancuan ucapan dalam berbahasa Arab dan kesalahan dalam membaca Alquran, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan munculnya ilmu nahwu, yaitu faktor agama, faktor linguistik, dan faktor sosial dan faktor nasionalisme Arab.