Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Birobuli Kota Palu : The Relationship Between Diet and Physical Activity with the Incidence of Diabetes Mellitus in the UPTD Work Area of the Birobuli Health Center, Palu City Lorita Doru; Rosita; Yulta Kadang; Hayati Kalla
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i2.3298

Abstract

Diabet mellitus ialah kendala kesehatan berbentuk berkas pertanda yang diakibatkan oleh kenaikan kandungan gula (glukosa) darah dampak resistensi insulin. Diabet pula diketahui selaku Mother of Disease sebab ialah benih dari penyakit- penyakit yang lain semacam darah tinggi, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, kandas ginjal, serta kebutaan. Riset ini bermaksud buat menganalisa ikatan pola makan serta kegiatan raga dengan peristiwa diabet mellitus di Area Kegiatan UPTD Puskesmas Birobuli Kota Martil Provinsi Sulawesi Tengah. Tipe Riset yang dicoba ini merupakan kuantitatif dengan konsep riset deskriftif hubungan ialah riset dengah tujuan penting buat Memandang Ikatan Pola Makan Serta Kegiatan Raga Dengan Peristiwa Diabet Mellitus. Dengan memakai pendekatan cross sectional, populasi pada riset ini merupakan semua responden yang terletak di area kegiatan puskesmas birobuli kota martil. Riset ini memakai analisa univariat serta bivariat memakai percobaan Chi Square. Ilustrasi pada riset ini berjumlah 47 responden yang mempunyai umur 17- 65 tahun yang didapat dengan nonprobability sampling. Hasil riset membuktikan ikatan pola makan dengan peristiwa diabet mellitus berdasarkan hasil Chi Square di peroleh nilai P value (0,005) <0,05, sedangkan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus berdasarkan hasil Chi Square di peroleh nilai P value (0,002) < = 0,05. Disimpulkan bahwa ada hubungan pola makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian diabetes mellitus di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Birobuli Kota Palu maka disarankan untuk puskesmas lebih meningkatkan informasi serta meningkatkan upaya penerapan penanganan serta pencegahan pada kejadian diabetes mellitus.
Implementasi Keperawatan Penerapan Batuk Efektif dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Anak dengan Diagnosis Bronkopneumonia di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Implementation of Effective Cough Application with Ineffective Airway Clearance Problems in Children with Bronchopneumonia Diagnosis at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Ria Rizki Amalia; Rosita; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6796

Abstract

Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru yang umum terjadi pada anak-anak. Bronkopneumonia pada anak-anak biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah, yaitu bronkiolus dan alveoli. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada Anak dengan bronkopneumonia untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif setelah dilakukan Teknik batuk efektif. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif yaitu dengan studi kasus. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hasil dari implementasi bagaimana tindakan batuk efektif untuk mengatasi bersihan jalan nafas tidak efektif pada klien anak dengan penyakit bronkopneumonia. Lokasi penelitian dilakukan di Ruangan Catelia di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan ditemukan data subjektif An.L mengatakan dadanya sakit disertai sesak napas dan batuk berdahak. Dengan diagnosis keperawatan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif. Setelah dilakukan latihan batuk efektif Hari Pertama pasien mengatakan masih merasakan sesak. Pada implementasi Hari Kedua pasien mengatakan sesaknya mulai berkurang dan Hari Ketiga pasien mengatakan merasa lebih nyaman. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sesak napas berkurang setelah dilakukan latihan batuk efektif pada An.L pada hari pertama pengkajian An.L mengatakan batuk disetai sesak napas, setelah dilakukan latihan batuk efektif sampai hari ke-3 sesaknya berkurang dan merasa lebih nyaman.