Peningkatan permintaan tanaman pakcoy namun tidak diimbangi dengan hasil produksi yang mencukupi membutuhkan teknologi yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan sistem hidroponik substrat. Penelitian bertujuan untuk memperoleh media tanam dan konsentrasi ekstrak daun kelor yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman pakcoy telah dilaksanakan pada Februari hingga April 2022 di green house Ladang Labu Madu Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah media tanam yaitu; M1 (kompos + arang sekam 1:1) dan M2 (kompos + cocopeat 1:1). Faktor kedua merupakan pengaplikasian ekstrak daun kelor yaitu; K0 (0%), K1 (3%), K2 (6%), K3 (9%), dan K4 (12%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi pada variabel luas daun, bobot segar total tanaman, dan bobot segar konsumsi pada 35 HST. Pada media tanam kompos + arang sekam (M1) pemberian ekstrak daun kelor tidak dapat meningkatkan luas daun, bobot segar total tanaman, dan bobot segar konsumsi tanaman. Pada media tanam kompos + cocopeat (M2) pemberian ekstrak daun kelor 9% (K3) dapat meningkatkan luas daun, bobot segar total tanaman, dan bobot segar konsumsi tanaman dibandingkan dengan perlakuan 0% (K0) dan 3% (K1). Media tanam kompos + cocopeat (M2) dapat meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman, bobot segar konsumsi, bobot kering, dan diameter bonggol. Pengaplikasian ekstrak daun kelor dengan konsentrasi 9% (K3) mampu meningkatkan variabel panjang tanaman, jumlah daun, bobot kering, dan diameter bonggol.