Muhammad Fadil
Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Inotropik dan Vasopresor dalam Terapi Syok Kardiogenik Agung Rizka Pratama; Muhammad Fadil
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i6.78

Abstract

Syok kardiogenik merupakan keadaan darurat medis yang mengancam jiwa dengan terjadinya hipoperfusi jaringan akibat berkurangnya curah jantung. Penyebab utama syok kardiogenik, yaitu infark miokard akut dengan angka mortalitas mencapai 50%. Inotropik dan vasopresor telah menjadi landasan untuk stabilisasi gangguan hemodinamik dan curah jantung pada syok kardiogenik. Beberapa penelitian dan rekomendasi terbaru mengajukan dobutamin sebagai agen inotropik dan norepinefrin dibandingkan dopamin sebagai vasopressor lini pertama untuk tatalaksana syok kardiogenik. Cardiogenic shock is a life-threatening medical emergency because of tissue hypoperfusion due to reduced cardiac output. The main cause of cardiogenic shock is acute myocardial infarction with mortality rate reaching 50%. Inotropics and vasopressors have been the basis for stabilization of hemodynamic instability and cardiac output in cardiogenic shock. Recent studies and recommendations recommend that dobutamine and norepinephrine is preferred over dopamine as a first-line vasopressor for patients with cardiogenic shock.
Peranan Inotropik dan Vasopresor dalam Terapi Syok Kardiogenik Agung Rizka Pratama; Muhammad Fadil
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i6.78

Abstract

Syok kardiogenik merupakan keadaan darurat medis yang mengancam jiwa dengan terjadinya hipoperfusi jaringan akibat berkurangnya curah jantung. Penyebab utama syok kardiogenik, yaitu infark miokard akut dengan angka mortalitas mencapai 50%. Inotropik dan vasopresor telah menjadi landasan untuk stabilisasi gangguan hemodinamik dan curah jantung pada syok kardiogenik. Beberapa penelitian dan rekomendasi terbaru mengajukan dobutamin sebagai agen inotropik dan norepinefrin dibandingkan dopamin sebagai vasopressor lini pertama untuk tatalaksana syok kardiogenik. Cardiogenic shock is a life-threatening medical emergency because of tissue hypoperfusion due to reduced cardiac output. The main cause of cardiogenic shock is acute myocardial infarction with mortality rate reaching 50%. Inotropics and vasopressors have been the basis for stabilization of hemodynamic instability and cardiac output in cardiogenic shock. Recent studies and recommendations recommend that dobutamine and norepinephrine is preferred over dopamine as a first-line vasopressor for patients with cardiogenic shock.