Margareta Silvia
Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Tingkat Kecemasan dan Dispepsia Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia Margareta Silvia; Wilson; Ita Armyanti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i2.517

Abstract

Latar Belakang: Dispepsia merupakan sindrom nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut terasa penuh. Salah satu faktor yang memicu keluhan dispepsia adalah kecemasan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan dispepsia pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode: Penelitian analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Variabel bebas penelitian ini adalah tingkat kecemasan; sedangkan variabel terikat adalah dispepsia. Total sampel sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dianalisis dengan uji Spearman (SPSS 23). Hasil: Hasil analisis variabel menunjukkan adanya hubungan bermakna (p = 0,001) antara tingkat kecemasan dan dispepsia pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak dengan korelasi positif berkekuatan sedang (r = 0,493). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dan dispepsia pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Background: Dyspepsia is a syndrome consisting of pain or discomfort in the epigastrium, bloating, nausea, vomiting, belching, early satiety, and fullness. Anxiety can trigger dyspepsia. Aim: To determine the relationship between anxiety level and dyspepsia in outpatients at Tanjungpura University Hospital Pontianak. Method: A correlation analytic study with cross-sectional design; the independent variable was anxiety level and the dependent variable was dyspepsia. A total of 39 samples were collected with simple random sampling method. Data were analyzed by the Spearman test (SPSS 23). Result: There is a significant positive correlation between anxiety level and dyspepsia in outpatients at Tanjungpura University Hospital Pontianak (p = 0.001) with moderate strength (r = 0.493). Conclusion: There is a relationship between anxiety level and dyspepsia in outpatients at Tanjungpura University Hospital Pontianak.
Hubungan antara Tingkat Kecemasan dan Dispepsia Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak, Indonesia Margareta Silvia; Wilson; Ita Armyanti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i2.517

Abstract

Latar Belakang: Dispepsia merupakan sindrom nyeri atau rasa tidak nyaman di epigastrium, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut terasa penuh. Salah satu faktor yang memicu keluhan dispepsia adalah kecemasan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan dispepsia pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode: Penelitian analitik korelasi dengan desain cross-sectional. Variabel bebas penelitian ini adalah tingkat kecemasan; sedangkan variabel terikat adalah dispepsia. Total sampel sebanyak 39 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dianalisis dengan uji Spearman (SPSS 23). Hasil: Hasil analisis variabel menunjukkan adanya hubungan bermakna (p = 0,001) antara tingkat kecemasan dan dispepsia pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak dengan korelasi positif berkekuatan sedang (r = 0,493). Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dan dispepsia pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Background: Dyspepsia is a syndrome consisting of pain or discomfort in the epigastrium, bloating, nausea, vomiting, belching, early satiety, and fullness. Anxiety can trigger dyspepsia. Aim: To determine the relationship between anxiety level and dyspepsia in outpatients at Tanjungpura University Hospital Pontianak. Method: A correlation analytic study with cross-sectional design; the independent variable was anxiety level and the dependent variable was dyspepsia. A total of 39 samples were collected with simple random sampling method. Data were analyzed by the Spearman test (SPSS 23). Result: There is a significant positive correlation between anxiety level and dyspepsia in outpatients at Tanjungpura University Hospital Pontianak (p = 0.001) with moderate strength (r = 0.493). Conclusion: There is a relationship between anxiety level and dyspepsia in outpatients at Tanjungpura University Hospital Pontianak.