Noviana Joenputri
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi Bisfosfonat untuk Pasien Osteoporosis Pasca-Menopause Noviana Joenputri
Cermin Dunia Kedokteran Vol. 47 No. 8 (2020): Oftalmologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i8.578

Abstract

Osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita pasca-menopause karena perubahan hormon yang menyebabkan ketidakseimbangan antara resorpsi dan pembentukan tulang. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang yang akan berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas. Terapi saat ini bertujuan untuk mencegah patah tulang serta menjaga dan meningkatkan densitas mineral tulang. Bisfosfonat merupakan obat yang paling sering digunakan untuk terapi osteoporosis pasca-menopause. The US Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui 4 agen bisfosfonat, yaitu alendronat, risedronat, ibandronat, dan asam zoledronat. Bisfosfonat memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan akibat penggunaan jangka panjang. Kepatuhan pengobatan osteoporosis memiliki hubungan kuat dengan risiko patah tulang. Osteoporosis is more common in post-menopausal women, as hormonal changes cause an imbalance between bone resorption and formation. Osteoporosis can cause fractures that will contribute to morbidity and mortality. Current therapies aim to prevent fractures, maintain and increase bone mineral density. Biphosphonates are the most widely used drugs for postmenopausal osteoporosis treatment. The US Food and Drug Administration (FDA) has approved 4 biphosphonate agents: alendronate, risedronate, ibandronate, and zoledronic acid. Biphosphonates have several side effects that need to be considered due to long-term use. Compliance and adherence in the treatment of osteoporosis has a strong relationship to risk of fractures
Terapi Bisfosfonat untuk Pasien Osteoporosis Pasca-Menopause Noviana Joenputri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47 No 8 (2020): Oftalmologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i8.578

Abstract

Osteoporosis lebih sering terjadi pada wanita pasca-menopause karena perubahan hormon yang menyebabkan ketidakseimbangan antara resorpsi dan pembentukan tulang. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang yang akan berdampak pada peningkatan morbiditas dan mortalitas. Terapi saat ini bertujuan untuk mencegah patah tulang serta menjaga dan meningkatkan densitas mineral tulang. Bisfosfonat merupakan obat yang paling sering digunakan untuk terapi osteoporosis pasca-menopause. The US Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui 4 agen bisfosfonat, yaitu alendronat, risedronat, ibandronat, dan asam zoledronat. Bisfosfonat memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan akibat penggunaan jangka panjang. Kepatuhan pengobatan osteoporosis memiliki hubungan kuat dengan risiko patah tulang. Osteoporosis is more common in post-menopausal women, as hormonal changes cause an imbalance between bone resorption and formation. Osteoporosis can cause fractures that will contribute to morbidity and mortality. Current therapies aim to prevent fractures, maintain and increase bone mineral density. Biphosphonates are the most widely used drugs for postmenopausal osteoporosis treatment. The US Food and Drug Administration (FDA) has approved 4 biphosphonate agents: alendronate, risedronate, ibandronate, and zoledronic acid. Biphosphonates have several side effects that need to be considered due to long-term use. Compliance and adherence in the treatment of osteoporosis has a strong relationship to risk of fractures