This Author published in this journals
All Journal SCIENTIA JOURNAL
Maritje Rombe
Program Studi DIII Kebidanan, STIKES Al-Suai’bah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN TERHADAP CAPAIAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKIP PALEMBANG TAHUN 2019 Maritje Rombe; Ike Sri Wahyuni; Junay Darmawati
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 2 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif (Menurut WHO) adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa cairan atau makanan lain. ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. ASI eksklusif juga dapat menurunkan angka kematian akibat infeksi saluran nafas akut dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pekerjaan terhadap capaian pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sekip Palembang tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia 2 tahaun yang datang berkunjung ke Puskesmas Sekip pada bulan Januari – Maret 2019 berjumlah 182 responden. Jumlah sampel 65 responden, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis unvariat didapatkan responden yang memberikan ASI eksklusif (64,6%), pendidikan tinggi (36,9%), dan pekerjaan ibu (46,2%). Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan (Pvalue= 0,007), dan pekerjaan ibu (Pvalue=0,008) terhadap capaian pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sekip Palembang tahun 2019. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada pihak Puskesmas Sekip agar tetap terus meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan, serta menyelenggarakan penyuluhan tentang bahaya yang bisa terjadi pada bayi yang tidak diberikan ASI eksklusi dan untuk menurunkan angka kesakitan bayi di Indonesia.