This study describes the legality and potential of Baitul Mal Wa Tamwil in developing the community's economy. This study is a literature review, which uses a sociological juridical approach. The data collection technique used in this study is the documentation technique. Meanwhile, the analytical technique used by researchers in this research is qualitative descriptive, where the author will first explain the data related to Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) in detail and then carry out an inductive analysis to find out the legality and potential of baitul maal wa tamwil. (BMT) in developing the community's economy. After conducting in-depth research two conclusions were found: first, baitul Maal Wa Tamwil currently uses the cooperative law as its legal basis. Second, the potential for community economic development through Baitul maal wa tamwil is extraordinary because of the financing products (mudhorabah/profit sharing) carried out by baitul mal wa tamwil Kajian ini mendeskripsikan legalitas dan potensi Baitul Mal Wa Tamwil dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini merupakan kajian pustaka, dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Sedangkan teknik analisis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana penulis terlebih dahulu akan memaparkan data terkait Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) secara detail kemudian melakukan analisis induktif untuk mengetahui legalitas dan potensi baitul maal wa tamwil. (BMT) dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Setelah melakukan penelitian mendalam ditemukan dua kesimpulan: pertama, baitul Maal Wa Tamwil saat ini menggunakan undang-undang koperasi sebagai landasan hukumnya. Kedua, potensi pengembangan ekonomi masyarakat melalui Baitul maal wa tamwil sangat luar biasa karena produk pembiayaan (mudhorabah/bagi hasil) dilakukan oleh baitul mal wa tamwil.