Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Budi Daya Pohon Salak di Tanah Karo Roswita Oesman; Ardiansyah Ardiansyah
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 2, No 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.297 KB) | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i2.260

Abstract

Salak (Salacca zalacca) adalah sejenis tumbuhan palma yang buahnya bisa dimakan. Buah ini disebut juga dengan snake fruit karena kulit buahnya seperti sisik ular.Petani Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, membudidayakan Salak madu termasuk jenis salak unggul dengan ukuran buah lebih besar dan rasa yang lebih manis. Petani di Kabupaten Karo membudidayakan tanaman buah salak dengan jenis salak super, salak bali dan salat madu. karena kelebihannya itu harga salak madu lebih mahal dibandingkan salak lainnya, termasuk salak pondoh. Terinspirasi pada petani di Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, penulis tertarik melakukan penelitian dan menulis artikel ilmiah dengan Metode penelitian yang digunakan pada penulisan artikel ilmiah ini yaitu metode penelitian deskriptif yaitu metode yang dilakukan untuk mengetahui gambaran, keadaan, suatu hal dengan cara mendeskripsikannya sedetail mungkin berdasarkan fakta yang ada. Hasil pembahsan yaitu tanaman salak sangat tepat dibudi dayakan di Desa Kutambaru Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, sebab tanaman salah tahan terhadap efek debu vulkanik yang sewaktu-waktu dimuntahkan olaeh gunung sinabung. Budi daya salak tidak sulit dan ada berbagai jenis salak yang bisa kita pilih untuk pembudidayaannya sesuai bangsa pasar yang akan kita tuju. Salak dapat tumbuh dengan baik pada temperature daerah dingin maupun panas ataupun tropis. Kata Kunci: Budi Daya; Pohon Salak; Tanah Karo.
Sosialisasi Cara Membuat Sabun Cair untuk Rumah Tangga di Gang Fortuna Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas Roswita Oesman; Rahmaniah Rahmaniah
Journal Liaison Academia and Society Vol 1, No 2 (2021): September
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.818 KB) | DOI: 10.58939/j-las.v1i2.197

Abstract

Secara umum masyarakat bersifat konsumtif terutama pada kebutuhan rumah tangga, hal ini menjadi beban dalam pembiayaan rumah tangga. Padahal dalam kebutuhan tertentu masayarakat dapat melakukan kreatifikatas dalam menunjang kebutuhan rumah tangga seperti yang pelaksana pengabdian lakukan di gg. Fortune Medan Amplas saat melakukan Pengabdian kepada masyarkat yaitu berupa pelatihan pembuatan sabun cair untuk cuci pakaian dan cuci piring dengan biaya yang lebih ekonomis. Adapun metode pelaksanaanya berupa praktek langsung kepada masyarkat tempat pelaksanaan pengabdian yang dilakukan selama dua hari. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan PKM pembuatan deterjen cair ini ini adalah:1) Menciptakan inovasi terbaru mengenai jenis jenis detergen, 2) Menciptakan produk yang berkualitas, 3) Menciptakan kegiatan yang menghasilkan keuntungan. Manfaat dari program yang dilakukan ini adalah sebagai berikut : 1) Memberikan stimulus untuk dapat menciptakan lapangan kerja secara mandiri, 2) Sarana belajar bagi mahasiswa dalam hal memasarkan produk ke konsumen, 3) Sebagai fasilitator dalam kegiatan mahasiswa yang positif diharapkan dari Pembuatan deterjen cair ini adalah kita dapat berwirausaha dan membuka lapangan kerja yang baru sehingga dapat mengurangi pengangguran. Capaian dan luaran kegiatan PKM ini yaitu: 1) Masyarakat mampu memproduksi sendiri sabun cair untuk cuci piring dan cuci pakaian,2) Masyarakat dapat mengembangkan dan memproduksi hasil kreatifitas dalam produksi sabun cair untuk selanjutnya dipasarkan sehingga akan mendapatkan benefit, 3) Dapat menciptakan lapangan kerja baru.Kata Kunci: Sosialisasi, Pembuatan, Sabun Cair
Pengaruh Aplikasi Kompos TKKS Pada Media dan Auksin Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Pre Nursery Rahmaniah Rahmaniah; Roswita Oesman
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7111

Abstract

Oil palm (Elaeis Guineensis Jacq) is a leading and main plantation commodity in Indonesia. Its main product consists of palm oil (CPO) which has high economic value. Applying compost is an effort to increase the production of oil palm plants. To support the growth of oil palm seedlings, growth regulators (ZPT) can also be given to plants in addition to fertilizing, because ZPT is an organic compound that functions to stimulate plant growth. This study aims to determine the effect of OPEFB compost application on media and auxin on the growth of oil palm seedlings (Elaeis Guineensis Jacq) in the Pre Nursery. This study used the Randomized Block Design (RBD) method. The factorial consists of 2 factors, namely: Factor I is the dose of OPEFB compost which is denoted (T) which consists of 4 levels, namely Without OPEFB compost (control) (T0), 40 gr/polybag (T1), 50 gr/polybag (T2), and 60 gr/ poly bag (T3). Factor II Auxin concentration symbolized (N) which consists of 4 levels, namely: Without Auxin (control) (A0), 1 cc Auxin /l Water (A1), 2 cc Auxin /l Water (A2), and 3 cc Auxin /l Water (A3). The results of this study indicated that the OPEFB compost treatment had a significant effect on seedling height, leaf length and leaf width. The higher the dose of OPEFB compost given up to 60 g/polybag, the higher the growth of oil palm seedlings. The auxin treatment significantly affected seedling height, leaf length, and leaf width. The higher the concentration of auxin given up to 3 cc/l of water, the higher the growth of the oil palm seeds.Keywords: Auxin, Oil Palm Seeds; EFB Compost
Efektifitas Pemupukan NPK dan Penggunaan Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annum L.) Roswita Oesman
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3302

Abstract

Cabai merah besar (Capsicum annum L.) merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Saat ini permintaan pasar terhadap cabai merah terus mengalami peningkatan sedangkan produksi di dalam negeri masih rendah. Kebutuhan cabai merah besar saat ini cukup besar di Indonesia sehingga menjadikan cabai merah besar sebagai komoditi hasil pertanian yang menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemupukan NPK dan penggunaan mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah (Capsicum annum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Faktor I : pemberian pupuk NPK (P) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : P0 = 0 kg/plot, P1 = 1,5 g/plot, danĀ  P2 = 3,0 g/plot. Faktor II : pemberian mulsa (M) yang terdiri dari tiga taraf, yaitu : M0 = tanpa mulsa /plot, M1 = mulsa plastik/plot, dan M2 = mulsa jerami/plot. Parameter yang diamati Tinggi tanaman 2,4,6,MST (cm). Diametar Batang (mm) tanaman 2, 4 dan 6 mst juga berat buah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST tetapi tidak berpengaruh nyata pada umur 4 MST dan perlakuan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 6 MST. Perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada umur 2 MST dan perlakuan penggunaan mulsa pada umur 6 MST berpengaruh nyata terhadap diameter batang. Perlakuan pemupukan NPK dan penggunaan mulsa tidak berpengaruh nyata berat buah per plot.