Dara Fitrah Dwi
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan LKPD Berbasis Inquiry Training Tema Panas dan Perpindahannya Kelas V SD Henni Lestari Henni Lestari; Dara Fitrah Dwi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2mipa.v7i2.1915

Abstract

Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor. Kata kunci: Pengembangan LKPD, Inquiry Training, Panas dan Perpindahannya.Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor.
Pengembangan LKPD Berbasis Inquiry Training Tema Panas dan Perpindahannya Kelas V SD Henni Lestari Henni Lestari; Dara Fitrah Dwi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2mipa.v7i2.1915

Abstract

Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor. Kata kunci: Pengembangan LKPD, Inquiry Training, Panas dan Perpindahannya.Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI 060923 Rina Dwi Nurvita Malau; Sutarini; Umar Darwis; Dara Fitrah Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36985

Abstract

This study aims to determine the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model using the snakes and ladders model on students' critical thinking skills in the Indonesian language subject in fourth-grade students at Medan Amplas Public Elementary School 060923. This study employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The subjects consisted of two classes: 18 students in the experimental class, Class IV C, taught using the PBL model using the snakes and ladders model, and 18 students in the control class, taught using the PBL model without the snakes and ladders model. The total number of students was 36. The research instrument was a critical thinking ability test administered via pretest and posttest. Data were analyzed using normality, homogeneity, and an independent sample t-test. The results showed a significant effect on students' critical thinking skills after implementing the PBL model using the snakes and ladders model. The average posttest score for the experimental class was 78.44, while the average posttest score for the control class was 69.55, with a significance level of 0.000 <0.05. The pretest-posttest score increase in the experimental class was 17.167 points, higher than the 10.444 points increase in the control class. Thus, it can be concluded that the implementation of the Problem-Based Learning model with the snakes and ladders model significantly improved students' critical thinking skills in Indonesian language learning. The snakes and ladders model made the learning process more engaging, interactive, and meaningful, thereby fostering student motivation and active involvement in the problem-solving process.
PENGEMBANGAN MEDIA MONOKERABU PADA PEMBELAJARAN TEMA INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU KELAS IV Widya Utami; Dara Fitrah Dwi
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : LP3M KH Yazid Karimullah Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ay.v6i1.834

Abstract

This study aims to develop MONOKEBU learning media based on the theme "Beautiful Diversity of My Country" with attractive design, diverse menu display, and clear, accurate, and detailed material. This learning media was then evaluated by two teams of validators consisting of media experts and material experts. The evaluation results showed that MONOKEBU learning media received an average score of 86,6% from media experts and an average score of 95% from material experts, with the criteria "very feasible" to be used and developed. Student response to MONOKEBU learning media is also very positive, with a percentage of 92% stating that the media is very interesting. Students gave feedback that MONOKEBU learning media was able to attract their attention, increase interest in learning, and use simple and easy-to-understand language. In addition, students' pretest and post-test results showed significant differences, with the total post-test score increasing from 1380 to 1760, and the average score increasing from 69 to 88. Based on the results of this study, it can be concluded that the development of MONOKEBU learning media succeeded in creating a product that is feasible and effective to use in the learning process. MONOKEBU learning media is able to attract student interest, increase understanding, and obtain better learning outcomes. Thus, MONOKEBU learning media can be used as an effective solution in improving the quality of learning with an interactive approach.
Analisis Kemampuan Guru Menerapkan Keterampilan Bertanya pada Pembelajaran PKN Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 101952 Tualang Kecamatan Perbaungan Rizka Savira; Dara Fitrah Dwi
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 1: Maret 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v2i1.273

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan sejauh mana kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya pada pembelajaran PKN kelas IV SDN 101952 Tualang Kecamatan Perbaungan Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menyajikan data berupa analisis deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Analisis kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya pada pembelajaran PKN kelas IV SDN 101952 Tualang Kecamatan Perbaungan dengan aspek keterampilan bertanya dasar tergolong dalam kriteria Sangat Baik dengan skor perolehan 1458 persentase 78 9 Persen Sedangkan dari aspek keterampilan bertanya lanjut tergolong kedalam kriteria Sangat Baik dengan skor perolehan 1496 persentase 81 Persen Total skor perolehan pada semua aspek adalah 2954 dan skor masksimal 3696 dengan persentase 79 9 Persen Maka dari itu kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya pada pembelajaran PKN kelas IV SDN 101952 Tualang Kecamatan Perbaungan bisa di katakan Sangat Baik
Efektivitas Penerapan ABA pada Siswa Autism Spectrum Disorder pada Siswa Kelas 1 SD Panca Budi Medan Muhammad Rizky Fauzy; Dara Fitrah Dwi; Sukmawarti; Tiflatul Husna
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i1.6320

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) is a developmental disorder that affects an individual's ability to communicate, socialize, and adjust to his or her environment. Children with ASD often face barriers to building social relationships and exhibiting contextual behaviors. One of the widely used approaches to address this challenge is the Applied Behavior Analysis (ABA) method, which focuses on reinforcing positive behaviors through learning principles. This study aims to determine the effectiveness of the ABA method in improving social skills and adaptive behavior of 1st grade ASD students of SD Panca Budi Medan. Through a descriptive qualitative approach, data is collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study revealed that ABA interventions had a positive effect on improving communication skills, participation in social activities, and reducing negative behaviors in ASD students. In addition, the successful implementation of ABA depends on the active involvement of teachers in the learning process as well as parental support. The study also found obstacles such as limited parental understanding and lack of teacher training related to the ABA method. ABA is an effective method if it is carried out on an ongoing basis with collaborative support between schools and families.
Kemampuan Siswa Memahami Pembelajaran IPA Materi Perubahan Wujud Benda Menggunakan Media Video Berbasis Aplikasi Kinemaster pada Kelas IV SDN 105360 Ahmad Alfaroby; Dara Fitrah Dwi
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 2 No. 2: Juni 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/cb4ejs94

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audio visual berbasis aplikasi kinemaster dalam pembelajaran ipa dalam memahami perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SDN 105360. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan pretest dan posttest. Populasi penelitian ini adalah kelas IV SDN 105360 yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah populasi 250 orang siswa. Dari jumlah tersebut ditetapkan sampel 20 persen yaitu 50 yang masing-masing berjumlah 25 orang siswa. Teknik pengambilan sampel secara acak. Instrument atau alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar adalah tes essay. Dari hasil analisis data yang dikeahui bahwa media audio visual berbasis aplikasi kinemaster lebih efektif dibandingkan dengan media konvensional pada siswa kelas IV SDN 105360. Dalam hal ini diperoleh t_hitung 6.81 selanjutnya dikonsultasikan dengan t_tabel pada taraf 0.05 (5 persen)=0.127 dengan dk = (N + N)-2= 48. Karena t_hitung yang diperoleh lebih besar dari t_tabel diterima. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran ipa dengan materi perubahan wujud dengan menggunakan media audio visual berbasis aplikasi kinemaster lebih efektif dibandingkan dengan media konvensional.
Kemampuan Guru Sekolah Dasar Dalam Mengadakan Variasi pada Pembelajaran Tematik di SD IT Ummi A’yuni Perbaungan T.A 2020-2021 Amru Waida Laila; Dara Fitrah Dwi
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 3: September 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/2bvazj18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi kemampuan guru dalam mengadakan variasi pada pembelajaran tematik; (2) Mengidentifikasi kendala yang dialami guru dalam mengadakan variasi pembelajaran tematik; (3) Mengetahui respon siswa atau aktivitas siswa kelas awal selama mengikuti kegitan pembelajaran tematik di Sekolah Dasar IT Ummi A’Yuni Jl. Waringin Melati II Kec. Perbaungan. Sumber data penelitian ini adalah 18 orang guru yang terdiri dari guru kelas di Sekolah Dasar IT Ummi A’Yuni. Pengumpulan data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar observasi, panduan wawancara, dan menggunakan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan menggunakan langkah-langkah Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kesimpuan yakni: (1) guru kelas awal sudah mampu menguasai keterampilan dasar mengajar dengan mengadakan variasi pembelajaran dengan sangat baik; (2) kendala yang dihadapi oleh guru kelas awal yakni kondisi latar belakang dan karakteristik siswa yang berbeda, banyaknya materi pembelajaran di kelas awal yang harus dikemas dalam sebuah tema, keterbatasan fasilitas dan Variasi yang dilakukan hanya sebatas variasi pemusatan perhatian siswa; (3) siswa sudah menunjukkan kesiapannya. Perlakuan khusus diberikan pada siswa kelas I yang masih susah untuk fokus terhadap materi yang akan diajarkan. Variasi pembelajaran yang diberikan oleh guru pada siswa menunjukkan antusiasme siswa dalam mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran.
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 105364 Lubuk Rotan Rika Audina; Dara Fitrah Dwi
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 3: September 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/844t8n97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam belajar matematika kelas; (2) Mengetahui penyebab siswa kesulitan dalam belajar matematika di kelas; (3) Mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan belajar matematika kelas IV Sekolah Dasar Negeri 105364 Lubuk Rotan. Sumber data penelitian ini adalah kelas IV Sekolah Dasar Negeri 105364 Lubuk Rotan. Pengumpulan data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket, lembar pedoman observasi dan panduan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa kesimpuan yakni: (1) Kesulitan belajar matematika terdiri dari tiga kompenen yaitu kesulitan memahami konsep, kesulitan dalam keterampilan, dan kesulitan memecahkan masalah; (2) Faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi sikap siswa dalam belajar matematika, motivasi belajar siswa yang masih rendah, kesehatan tubuh yang tidak optimal, dan kemampuan pengindraan siswa yang kurang. Sedangkan faktor eksternal antara lain kurangnya variasi mengajar guru, penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal, sarana prasarana di sekolah, serta lingkungan keluarga; (3) Upaya yang dapat dilakukan dengan mengajarkan matematika dengan menyenangkan, menggunakan media pembelajaran yang kongret, memperbanyak latihan soal, dan menjalin kerja sama dengan orang tua siswa.