Dara Fitrah Dwi
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan LKPD Berbasis Inquiry Training Tema Panas dan Perpindahannya Kelas V SD Henni Lestari Henni Lestari; Dara Fitrah Dwi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2mipa.v7i2.1915

Abstract

Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor. Kata kunci: Pengembangan LKPD, Inquiry Training, Panas dan Perpindahannya.Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor.
Pengembangan LKPD Berbasis Inquiry Training Tema Panas dan Perpindahannya Kelas V SD Henni Lestari Henni Lestari; Dara Fitrah Dwi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2mipa.v7i2.1915

Abstract

Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor. Kata kunci: Pengembangan LKPD, Inquiry Training, Panas dan Perpindahannya.Berdasarkan pelatihan tentang kalor dan insulasi, tujuan penelitian ini adalah untuk membuat LKPD kelas V SD yang sesuai untuk pembelajaran berbasis inkuiri. Karena menggunakan model pengembangan ADDIE, penelitian ini masuk dalam kategori R&D. Karena pengembangan lembar kerja pelatihan inkuiri dengan tema hangat dan isolasi yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran menjadi satu-satunya fokus penelitian ini, maka peneliti hanya menggunakan model pengembangan ADDIE sampai tahap pengembangan. Kuesioner atau angket dibagikan kepada validator—validator ahli pembelajaran, validator ahli materi, dan validator reviewer ahli—untuk keperluan pengumpulan data. Persentase sebesar 87 persen diperoleh dari review materi validator ahli mengikuti revisi materi pelatihan inkuiri berdasarkan tema hangat LKPD dan kunci sesuai hasil validasi materi kajian. Proporsi peserta pelatihan LKPD berdasarkan inkuiri tema hangat dan utama direvisi menjadi 90 persen berdasarkan hasil validasi ahli materi. Persentase tersebut sebesar 85,5% tidak memerlukan revisi, sesuai validasi temuan ahli pembelajaran. Dapat dikatakan bahwa topik lembar kerja dan kunci berbasis inkuiri yang dikembangkan baru-baru ini sangat valid dan dapat digunakan dengan sangat efektif dalam proses pembelajaran berbasis penilaian skor.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI 060923 Rina Dwi Nurvita Malau; Sutarini; Umar Darwis; Dara Fitrah Dwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36985

Abstract

This study aims to determine the effect of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model using the snakes and ladders model on students' critical thinking skills in the Indonesian language subject in fourth-grade students at Medan Amplas Public Elementary School 060923. This study employed a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The subjects consisted of two classes: 18 students in the experimental class, Class IV C, taught using the PBL model using the snakes and ladders model, and 18 students in the control class, taught using the PBL model without the snakes and ladders model. The total number of students was 36. The research instrument was a critical thinking ability test administered via pretest and posttest. Data were analyzed using normality, homogeneity, and an independent sample t-test. The results showed a significant effect on students' critical thinking skills after implementing the PBL model using the snakes and ladders model. The average posttest score for the experimental class was 78.44, while the average posttest score for the control class was 69.55, with a significance level of 0.000 <0.05. The pretest-posttest score increase in the experimental class was 17.167 points, higher than the 10.444 points increase in the control class. Thus, it can be concluded that the implementation of the Problem-Based Learning model with the snakes and ladders model significantly improved students' critical thinking skills in Indonesian language learning. The snakes and ladders model made the learning process more engaging, interactive, and meaningful, thereby fostering student motivation and active involvement in the problem-solving process.