Rita Dian Pratiwi
Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi UGM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Online Pembuatan Sabun Sereh (Antiseptic dan Repellent) serta Penyediaan Fasilitas Protocol Kesehatan untuk Mencegah Kejadian Demam Berdarah Dengue dan Penularan Covid-19 Rita Dian Pratiwi; Harjono Harjono; Dina Fitriana Rosyada; Susilawati Susilawati; Sugeng Sugeng; Muhammad Yoga Adi Saputra; Albert Ardika Tama
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Sekolah Vokasi UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jp2m.61579

Abstract

Belum selesai permasalahan pemerintah akibat masih tingginya angka Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjadi beban ekonomi dan penyakit utama di negara-negara endemic salah satunya Indonesia, saat ini muncul penularan penyakit infeksi baru yaitu Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Pemerintah Indonesia sedang berupaya keras menghentikan penyebaran penyakit COVID-19 dengan berbagai cara. Salah satu pencegahan penularan COVID-19 paling efektif adalah melakukan cuci tangan dengan sabun selama 20 detik secara rutin, sedangkan untuk pencegahan penyakit DBD adalah menghindarkan diri dari gigitan nyamuk supaya virus tidak masuk kedalam tubuh manusia. Oleh karena itu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada dilakukan upaya pencegahan penyakit dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan perekonomian warga berbasis lingkungan yang sehat dengan pembuatan sabun cair untuk cuci tangan berbahan dasar sereh merah. Pembuatan sabun menggunakan alat-alat yang tersedia dirumah tangga sehingga mudah untuk diimplementasikan oleh masyarakat. Dalam video ini berisi informasi tentang cara pembuatan sabun yang aman dan informasi penggunaan sabun untuk cuci tangan guna pencegahan covid-19 dan DBD. Video berdurasi 15 menit tersebut diupload pada youtube sehingga dapat disimpan dan disebarkan secara luas kepada masyarakat.