Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN EKONOMI TAQIYUDDIN AN-NABHANI TENTANG KEPEMILIKAN MENURUT EKONOMI ISLAM, KAPITALIS DAN SOSIALIS Amir Salim Salim; Anggun Purnamasari; Widi Nugraha
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Feb
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/esha.v8i2.627

Abstract

Dalam pemikiran Taqiyyuddin An-Nabhani mengenai status kepemilikan sistem ekonomi dalam pandangan Islam dibedakan menjadi tiga kepmilikan yaitu kepemilikan individu (perorangan), kepemilikan umum dan kepemilikkan Negara. Pada konsep kepemilikan sistem ekonomi kapitalis meyatakan bahwa pengakuan hak kepemilikan berada di tangan induvidu, sedangkan negara tidak ikut andil dalam sistem ekonomi yang dijalankan. Kemudian, konsep kepemilikan sistem ekonomi sosialis menyatakan bahwa penguasaan hak milik harus pada pemimpin dan hak milik tersebut diutamakan untuk perusahaan milik Negara. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran Taqiyuddin an-Nabhani tentang kepemilikan menurut sistem ekonomi Islam dan kepemilikan sistem ekonomi dalam kapitalis dan sosialis. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan memberikan gambaran tentang objek yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa ketiga pandangan tersebut berbeda. Pemikiran Taqiyyuddin An-Nabhani mengenai status kepemilikan sistem ekonomi dalam pandangan Islam dilaksanakan atas dasar kepemilikan, cara menanfaatkan hak milik, dan bagaimana kepemilikan didistribusikan. Hal tersebuat dianggap sangat bertentangan jika disandingkan dengan sistem ekonomi kapitalis yang memperkaya dirinya sendiri dan memperoleh keuntungan harta sebesar-besarnya, sedangkan sistem ekonomi sosialis menyatakan bahwa negara yang menyusun dan mengelola sumber daya ekonomi, sehingga kepemilikan induvidu tidak berlaku dalam sistem ini.
Efisiensi Penggunaan Quick Response Code Indonesia Standart (Qris) Terhadap Peningkatan Penjualan Pada Umkm Di Le Garden Palembang Indah Mall Amir Salim Salim; Doly Nopiansyah
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v11i2.4028

Abstract

The quick development of technology and information across a range of digital platforms, marketplaces, and markets gives SMEs a place to promote their goods and contact customers in different parts of Indonesia and overseas. Bank Indonesia and the Indonesian Payment System Association (ASPI) continue to develop and upgrade the QRIS payment system in order to maximize the efficiency of non-cash payment system services in the digital age. This study aims to ascertain the usage of Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) in boosting sales to MSMEs at Le Garden Palembang Indah Mall and to assess the efficiency of QRIS usage in boosting MSMEs sales at Le Garden Palembang Indah Mall. (1) Observation, interviews, and documentation are all used in this study's qualitative data gathering methods. At Le Garden Palembang Indah Mall, 38 SMEs in total participated in the study. using inadvertent sampling and saturated sampling approaches to identify informants. Based on the findings of the study, (1) the practice of using Quick Response Code Indonesia (QRIS) to increase sales to MSMEs at Le Garden Palembang Indah Mall starts with the customer informing the employee that they would like to make a non-cash payment. The customer is then directed to scan the QR Code and type in the nominal amount to be paid, after which the customer's balance will automatically decrease. (2) Measurement of outcomes (output) and input refers to the effectiveness of employing Quick Response Code Indonesia (QRIS) on boosting sales to MSMEs at Le Garden Palembang Indah Mall. Transactions take less time, are simpler, and are more effective for those who accept the presence of QRIS.