ABSTRAK Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan komplikasi kehamilan dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko memicu komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang bagi ibu dan janin. Di wilayah pedesaan dengan keterbatasan fasilitas seperti Desa Likupang Satu, bidan memiliki peran krusial sebagai garda terdepan, namun kapasitas mereka dalam manajemen DMG masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran dan kapasitas bidan serta kader kesehatan dalam deteksi dini, edukasi, dan pengelolaan DMG berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Oktober 2025 dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 4 bidan desa, 9 kader kesehatan, dan 8 ibu hamil. Metode intervensi meliputi edukasi konsep DMG, pendampingan teknis skrining (pemeriksaan glukosa darah sewaktu), serta pelatihan gerakan prenatal yoga. Evaluasi keberhasilan diukur melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner terstruktur serta observasi klinis. Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan rata-rata peserta setelah intervensi; skor bidan meningkat dari 62,5 (Cukup) menjadi 87,5 (Baik), sedangkan kader meningkat dari 58,9 (Kurang) menjadi 82,2 (Baik). Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan 75% ibu hamil memiliki kadar gula darah normal, namun ditemukan 25% (2 orang) dengan kadar glukosa darah ≥ 140 mg/dL yang memerlukan pemantauan intensif. Bidan dan kader juga berhasil mempraktikkan keterampilan skrining dan memandu prenatal yoga. Penguatan kapasitas melalui edukasi, pendampingan praktis, dan intervensi aktivitas fisik efektif mengoptimalkan peran profesional bidan dan kader dalam deteksi dini serta pencegahan komplikasi DMG di tingkat komunitas. Kata Kunci: Bidan, Diabetes Melitus Gestasional, Kader Kesehatan, Likupang Satu, Prenatal Yoga. ABSTRACT Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is a pregnancy complication with a rising prevalence that poses both short- and long-term health risks for mothers and fetuses. In rural areas with limited access to healthcare facilities, such as Likupang Satu Village, midwives serve as critical frontline providers, yet their capacity in managing GDM remains constrained. This community service program aimed to optimize the role and capacity of midwives and health volunteers in early detection, education, and community-based management of GDM. The program was conducted on October 21, 2025, utilizing a participatory approach involving 4 village midwives, 9 health volunteers, and 8 pregnant women. Intervention methods consisted of educational sessions on GDM concepts, technical mentoring for early screening (random blood glucose testing), and practical training for prenatal yoga exercises. Program outcomes were evaluated using structured pre- and post-test questionnaires and direct clinical observations. There was a significant improvement in the participants' average knowledge scores after the intervention; midwives' scores increased from 62.5 (Fair) to 87.5 (Good), while health volunteers' scores rose from 58.9 (Poor) to 82.2 (Good). Health screening results indicated that 75% of pregnant women had normal blood glucose levels, whereas 25% (2 women) exhibited blood glucose levels ≥ 140 mg/dL, requiring closer follow-up monitoring. Midwives and volunteers also successfully demonstrated proficiency in performing health screenings and guiding prenatal yoga. Capacity building through structured education, hands-on mentoring, and physical activity interventions is an effective strategy to optimize the professional roles of midwives and health volunteers in early detection and prevention of GDM complications at the community level. Keywords: Midwives, Gestational Diabetes Mellitus, Health Volunteers, Likupang Satu, Prenatal Yoga.