Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UTILISASI POSYANDU LANSIA DI PUSKESMAS MEDAN AMPLAS 2019 Bagus Fadilla; Rusdi Yunus; Dedy Irawan Nasution
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 3 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v3i1.19

Abstract

Indonesia adalah salah satu dari lima negara dengan populasi lansia terbesar di dunia. Ini di ikuti oleh angka morbiditas lansia yang meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, para lansia perlu melakukan berbagai kegiatan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan. Tetapi hanya beberapa lansia yang menyadarinya dan memanfaatkan layanan Posyandu. Data di Puskesmas Amplas tahun 2019, jumlah populasi lansia yang aktif menggunakan pusat layanan terpadu lansia hanya 639 orang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pusat layanan terintegrasi lansia di Puskesmas Amplas Kecamatan Medan Amplas pada tahun 2019 dengan sampel besar 90 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang kemudian diolah dan diuji dengan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan umur dengan pemanfaatan lansia pemanfaatan pusat layanan terintegrasi (p value = 0,012), ada hubungan jenis kelamin dengan pemanfaatan lansia terpusat pemanfaatan (p value = 0,036), ada hubungan pendidikan dengan pemanfaatan pusat layanan terpadu lansia (nilai p = 0,0271), tidak ada hubungan suku dengan pusat layanan terpadu lansia (nilai p = 0,428).
PERBANDINGAN SELF DIRECTED LEARNING ANTARA MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER DENGAN MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER Juni Khoiriah; Surya Akbar; Dedy Irawan Nasution
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 8 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.747 KB) | DOI: 10.30743/jkin.v8i2.24

Abstract

Self Directed Learning (SDL) diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengambil inisiatif dalam mengorganisasi, mengatur dan mengontrol proses belajar terhadap masalah belajar dengan mengevaluasi dan menentukan cara belajar yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan belajarnya. Self Directed Learning dapat berubah seiring dengan waktu, mahasiswa akan memiliki SDL yang lebih baik bila mereka melakukannya berulang kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara SDL mahasiswa program pendidikan akademik dengan mahasiswa program pendidikan klinis. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dianalisis menggunakan Uji Mann Whitney. Sebanyak 240 mahasiswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan Kesiapan SDL dari mahasiswa program akademik tergolong moderat (Mean=154,27, ±SD= 12,27), dan tingkat Kesiapan SDL mahasiswa program klinis tergolong tinggi (Mean= 173,02, ±SD= 16,38). Hasil analisis komparasi diperoleh nilai p=0,0001 (<0,05), dimana dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara Kesiapan Self Directed Learning mahasiswa program akademik dengan mahasiswa program klinis di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara.