Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS HINAI KIRI, KECAMATAN SECANGGANG, KABUPATEN LANGKAT Mirza Refky Pratama; Syahlis Irwandi
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.977 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i1.65

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai proses gagal tumbuh dilihat dari indeks panjang atau tinggi badan menurut umur berdasarkan Child Growth Standards dari World Health Organization (WHO). Prevalensi stunting tertinggi di dunia dapat ditemukan di benua Amerika Utara-Selatan, Afrika, dan Asia dimana satu dari tiga anak di wilayah ini mengalami kejadian tersebut. Stunting disebabkan oleh banyak faktor baik langsung dan tidak langsung, termasuk dengan pemberian ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu faktor proteksi terhadap kejadian stunting pada bayi. Namun, angka cakupan ASI nasional masih relatif rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Hinai Kiri, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain studi cross-sectional dengan metode total sampling sebanyak 60 sampel. Data diperoleh dengan melihat pencatatan bayi stunting dan wawancara. Analisa data menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai p = 0,001 dan PR = 0,5.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI KEDOKTERAN FK UISU Suci Ayulia Siagian; Syahlis Irwandi
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 6 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v6i2.357

Abstract

Menurut Kemenkes RI, usia rata-rata menarche adalah 13 tahun dan rentang usia menarche adalah 9-20 tahun. Menstruasi merupakan proses perdarahan fisiologis yang terjadi akibat proses peluruhan dinding rahim sebagai akibat tidak terjadinya proses pembuahan. Tinggi rendahnya Indeks Massa Tubuh (IMT) dapat menyebabkan gangguan mentruasi seperti amenore. Tujuan penelitian ini mengetahui ada tidaknya hubungan IMT dengan siklus menstruasi pada mahasiswi FK UISU angkatan 2018. Metode Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner. Data di uji dengan uji Somer’s D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi memilik IMT yang normal (44,7%) dan mahasiswi yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur (67%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara IMT dengan siklus menstruasi pada mahasiwi FK UISU angkatan 2018 (p=0.000) dengan nilai korelasi koefisiensi 0.695. Kesimpulan penelitian ini adanya hubungan antara IMT terhadap siklus menstruasi pada mahasiwi FK UISU angkatan 2018.