Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI PUSKESMAS KOTA KUTACANE KECAMATAN BABUSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA TAHUN 2020 Rahmayana Desky; Bambang Susanto
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 4 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.92 KB) | DOI: 10.30743/stm.v4i2.97

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Tahun 2010 mengakibatkan kematian pada pria 13,1 %, tahun 2020 menjadi 14,3 %. Pada wanita tahun 2010 mencapai 13,6%, dan pada tahun 2020 13,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan angka kejadian penyakit jantung koroner di Wilayah Kerja Kota Kutacane tahun 2020. Penelitian ini bersifat analitik, desain cross sectional dimana variabel independen dan variabel dependen, diukur dan dikumpulkan secara simultan atau dalam waktu yang bersamaan. Hasil penelitian ini diperoleh responden terbanyak berumur 50 tahun – 62 tahun yaitu sebanyak 32 orang (84,210%) dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 27 orang (71,052%), dimana yang memiliki riwayat penyakit hipertensi sebanyak 29 orang (76,315%) dan menderita DM tipe II sebanyak 27 orang (71,052%). Hubungan faktor risiko umur dengan angka kejadian penyakit jantung koroner diperoleh hasil p-value= 0,002. Hubungan faktor risiko jenis kelamin dengan angka kejadian penyakit jantung koroner p-value= 0,000. Hubungan faktor risiko hipertensi dengan angka kejadian penyakit jantung koroner didapatkan nilai p-value= 0,001. Hubungan faktor risiko DM tipe II dengan angka kejadian penyakit jantung koroner didapatkan nilai p-value = 0,005. Kesimpulannya faktor risiko yang mempengaruhi penyakit jantung koroner adalah umur, jenis kelamin, hipertensi dan DM tipe 2.
GAMBARAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN COTTON BUD DENGAN KESEHATAN TELINGA PADA MAHASISWA FK UISU TAHUN 2022 Iqbal Faturrahman; Bambang Susanto
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 6 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v6i2.485

Abstract

Cotton bud biasa digunakan untuk membersihkan telinga dari serumen dan menghilangkan rasa gatal pada telinga di kalangan masyarakat, Membersihkan telinga dengan cotton bud adalah hal yang sering dilakukan dan kadang-kadang dapat menyebabkan trauma saluran telinga. Penggunaan cotton bud berlawanan dengan mekanisme alami pembersihan telinga, cotton bud mendorong kotoran/serumen jauh ke dalam lubang telinga eksternal. Cotton bud juga memasukkan unsur bakteri dan jamur ke dalam saluran telinga dan dapat menimbulkan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan penggunaan cotton bud dengan kesehatan telinga pada mahasiswa FK UISU. Metode dari penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Dari 52 orang, mayoritas responden dalam penelitian ini adalah mereka yang menggunakan cotton bud sebanyak 39 orang (75,0%). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara angkatan 2019 tentang kesehatan telinga dan dampak dari penggunaan cotton bud masih tergolong baik yaitu 27 orang (51,9%) dan 26 orang (50,0%). Disimpulkan bahwa pentingnya menjaga kesehatan telinga terutama bagi mereka yang masih menggunakan cotton bud.