Elmalia Futri
Indonesian University of Education

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP TAHLIL SEBAGAI BAGIAN DARI KEBUDAYAAN INDONESIA Fenita Oktaviani Rachmat; Adelina Rizkyta Nuramalia; Elmalia Futri; Rifa Sani Alfazriani; Hisny Fajrussalam
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v7i1.10924

Abstract

Before the spread of Islamic teachings in Indonesia, people were very bound by traditions that had been passed down from generation to generation. Islam in Indonesia spread widely which was brought by Wali Songo. Tahlilan is a culture that has existed for a long time, carried out by Muslims, especially in Indonesia, which has become a part of the life of the community. There are different opinions about the law / Islamic law to carry out the tahlilan tradition. It is permissible to perform it based on Islamic shariah or law, because the main activity of the tahlilan activity itself is the recitation of the holy verses of the Qur'an, kalimah thayyibah dzikr, tasbik, Tahmid, Tahlil, g Shalawat to the Prophet Muhammad SAW and close by the Du'a. The method used in this study is qualitative, namely the data used in the form of words and survey results to find out   how the community's perspective on the tahlilan tradition is. Then the data collected is in the form of a survey from the community via a google form link. The results of this study draw a conclusion that shows that people carry out the tahlilan as part of their tradition and to pray for someone who has died.Keywords : Perspective, Tradition, Tahlil   AbstrakSebelum tersebarnya ajaran Islam di Indonesia masyarakat sangat terikat dengan adat istiadat sudah turun temurun. Islam di Indonesia tersebar luas yang dibawa oleh Wali Songo. Tahlilam merupakan sebuah budaya yang sudah ada sejak lama dilakukan oleh umat Islam khususnya di Indonesia yang sudah menjadi suatu bagian dari kehidupan masyarakat. Namun, terdapat pandang masyarakat yang berbeda tentang boleh atau tidaknya melaksanakan tradisi tahlilan. Salah satu hukum dari tahlilan yakni mubah (boleh), selama yang dikerjakan tidak termasuk hal yang menyimpang dalam syariat Islam, karena isi dari kegiatan tahlilan itu sendiri adalah membaca ayat suci Al-qur’an, membaca kalimat Thayyibah, dzikir, Tasbik, Tahmid, Tahlil, membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan diakhiri dengan membaca Do’a. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu data yang digunakan berupa kata-kata dan hasil survey utnuk mengetahui bagaimana perspektif masyarakat terhadap tradisi tahlilan.Kemudian data yang dikumpulkan berupa survey dari masyarakat melalui link google form. Hasil dari penelitian ini menarik sebuah kesimpulan yang menunjukkan bahwa masyarakat melaksanakan tahlilan sebagai sebuah tradisi dengan tujuan untuk mendo’akan seseorang yang sudah meninggal dunia.Kata Kunci :Perspektif, Tradisi, Tahlilan