Yusak Tanasyah
Great Commission Theological Seminary

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Assistance of Students in Christian Religious Education to Increase Learning Motivation at Benih Pengharapan Elementary School, Lembang, West Java Ricky Ivan Kristian Sitorus; Yusak Tanasyah
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 3 No 1 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2022)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i1.134

Abstract

Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere, and even a learning process, so that students actively develop their potential to have religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and skills. Christian Religious Education to educate him. Student assistance is something that already has good personal quality standards, responsibility, independence and even discipline. So don't be surprised a student mentoring must also be able to provide and instill it all, so that it can motivate students personally, even equip students through various needs, and grow in Jesus Christ. Assistance to PAK teachers must also be able to become creative coordinators in increasing the motivation of students in each lesson, because most of it is in the surrounding environment such as schools and homes, it can affect students to become lazy in learning, so they cannot be motivated in participating in learning. The main objective of this research is to assist students in Christian Religious Education to increase their motivation to study at Benih Pengharapan Elementary School, Lembang, West Java. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar, dan bahkan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan, maka dari sini perlulah pendampingan pada pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk mendidiknya. Pendampingan peserta didik menjadi suatu hal yang sudah memiliki standar kualitas pribadi yang baik, tanggung jawab, mandiri dan bahkan disiplin. Maka jangan heran seorang pendampingan peserta didik juga harus bisa memberikan dan menanamkan itu semua, agar bisa memotivasikan peserta didik dalam pribadinya, bahkan memperlengkapi peserta didik melalui berbagai kebutuhan, dan bertumbuh di dalam Yesus Kristus. Pendampingan kepada Guru PAK juga harus bisa menjadi koordinator yang kreatif dalam meningkatkan motivasi peserta didik setiap pembelajaran, sebab karena sebagian besar di lingkungan sekitarnya seperti sekolah, dan rumah, bisa mempengaruhi peserta didik menjadi malas belajar, sehingga tidak bisa motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah pendampingan peserta didik dalam Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan motivasi belajar di Sekolah Dasar Benih Pengharapan, Lembang, Jawa Barat.
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Sosial Dan Emosional Anak Usia Sekolah Di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara Mangala Batara Hutahean; Ruthnawaty Setiawan; Samuel Tanasyah Setiawan; Yusak Tanasyah; Bobby Kurnia Putrawan
SERVIRE: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.249

Abstract

This Community Service activity aims to develop the social and emotional skills of children at the Cikahuripan Nusantara Association Foundation through the implementation of various innovative and participatory educational strategies. The program includes a series of activities designed to improve communication skills, empathy, emotion management, and cooperation among children. The methodology used in the program involves a participatory approach that involves children, teachers, and parents in a variety of activities, including role-playing, group discussions, and collaborative projects. This activity is carried out regularly with periodic supervision and evaluation to measure children's development. The results of this activity show that a holistic and inclusive approach can significantly improve children's social and emotional skills. Children who are involved in the program show improvement in communicating effectively, showing empathy for others, managing emotions better, and working together in a team. The conclusion of this activity is that development strategies that involve a collaborative approach and active support from families and communities can have a significant positive impact on children's social and emotional development. The program not only improves the quality of children's social interactions but also strengthens the bonds between children, families, and communities. The implementation of this strategy is expected to be adopted by other educational institutions as a model to improve children's overall welfare and development. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara melalui penerapan berbagai strategi pendidikan yang inovatif dan partisipatif. Program ini mencakup serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, empati, pengelolaan emosi, dan kerjasama di kalangan anak-anak. Metodologi yang digunakan dalam program ini melibatkan pendekatan partisipatif yang mengikutsertakan anak-anak, guru, dan orang tua dalam berbagai aktivitas, termasuk permainan peran, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan pengawasan dan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan inklusif dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak. Anak-anak yang terlibat dalam program ini menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi secara efektif, menunjukkan empati terhadap orang lain, mengelola emosi dengan lebih baik, dan bekerja sama dalam tim. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa strategi pengembangan yang melibatkan pendekatan kolaboratif dan dukungan aktif dari keluarga serta komunitas dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas interaksi sosial anak-anak tetapi juga memperkuat ikatan antara anak, keluarga, dan komunitas. Implementasi strategi ini diharapkan dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya sebagai model untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak secara keseluruhan.