Endro Gunawan, Endro
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI) TERHADAP KINERJA KERJASAMA LISENSI BIDANG PERTANIAN GUNAWAN, Endro
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 24, No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.24.1.2016.43-49

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kebijakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)  terhadap kinerja kerjasama lisensi  bidang pertanian.  Kajian dilakukan dengan data sekunder pada tahun 2010-2015.  Hasil kajian diperoleh bahwa kebijakan HKI Balitbangtan terdapat pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 06 tahun 2012 tentang Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Pertanian, serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 99/Permentan/OT.140/10/2013 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan menteri Pertanian Nomor 06/Permentan/OT.140/2/2012 tentang Pedoman Kerjasama Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  Pada periode 2005-2015 jumlah kerjasama lisensi yang dilakukan Balitbangtan sebanyak 140 kerjasama yang terdiri atas  Paten (63 perjanjian), PVT (53 perjanjian) dan Rahasia Dagang (24 perjanjian).  Unit kerja Balitbangtan yang sudah melakukan kerjasama lisensi paling banyak adalah Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) sebanyak 27 perjanjian lisensi, diikuti BBSDLP (25 lisensi ), Puslitbang Hortikultura (24 lisensi), Puslitbang Tanaman Pangan (18 lisensi), BB padi (14 lisensi) dan Puslitbang Perkebunan (13 lisensi).  Jumlah perusahaan yang sudah melakukan kerjasama lisensi sebanyak 37 perusahaan dengan bidang komoditas/bidang masalah terbanyak berturut-turut pupuk dan sumber daya lahan, hortikultura, tanaman pangan, perkebunan, mekanisasi pertanian dan bioteknologi.  Sampai dengan tahun 2015 Balitbangtan mengelola royalty kerjasama lisensi sebesar Rp. 3,515 milyar.  Unit kerja yang menyumbang royalty paling besar adalah Balitro sebesar Rp. 2,246 milyar, dan diikuti  oleh Balithi Rp. 1,177 milyar.   Kendala yang dihadapi dalam kerjasama lisensi diantarannya adalah kinerja teknologi yang belum siap dikembangkan, terbatasnya pasar, kemampuan SDM dalam menerima transfer knowledge dan hambatan regulasi.
FENOMENA MIGRASI TENAGA KERJA PERTANIAN DANDAMPAKNYA TERHADAP PEMBERDAYAAN PETANI DI PROPINSI JAWA TENGAH GUNAWAN, Endro
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol 24, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian Ekonomi-LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.168 KB) | DOI: 10.14203/JEP.24.2.2016.97-105

Abstract

Migration is one of the factors that influence population growth in a region. Migration reflects the inequality factor of economic growth is heavily influenced by factors of family economic conditions and limited natural resources. The purposes  of this study are : 1). Analyzing the phenomenon of migration of agricultural labor in Central Java province, and 2). Knowing the impact of migration on the empowerment of farmers in Central Java province. The study was conducted in four districts in Central Java: Cilacap, Klaten, Sragen and Pati in 2016. The study used primary data by surveying 160 respondent as a farmers. The results of the study obtained information that in 2016 the total labor force (AK) is working and the number of AK that migration has increased compared to the data in 2010. The number of AK migration most in Klaten district as much as 19.6%. This kind of migration is mostly done by AK in Central Java is the migration of commutation of 54.12%, 26.09% permanent migration and migration of circulating 17.39%. The high rate of migration is an indication of the need for empowerment of farmers in the countryside. The mobility of labor from agriculture to non-agriculture sector followed by high urbanization demonstrated by the high growth of the urban population. There are two factors that cause migration, namely the driving factors and pull factors. The economic factor is a dominant factor causes of migration. To reduce the rate of migration should be pursued community empowerment programs directly related to farming in the countryside, so as to create new jobs.