Nabilla Hasna Roichatul Ulayya
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI KOTA SURAKARTA: LEVEL OF HEALTH PROTOCOL IMPLEMENTATION IN THE CITY OF SURAKARTA Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Sahasika Apta Kirana; Ayu Nabila; Salma Widya Azhari; Muchammad Arif Septiawan; Izzatul Arifah
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v16i1.411

Abstract

Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai tali penyebaran Covid-19 dan upaya untuk mencapai herd immunity Covid-19. Individu yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 dimungkinkan menerapkan protokol kesehatan lebih longgar. Oleh karena itu studi tentang penerapan protokol kesehatan pada individu yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat penerapan protokol kesehatan pada warga yang telah melakukan vaksinasi COVID-19 di Kota Surakarta. Desain penelitian ini adalah descriptive cross-sectional. Sampel sejumlah 86 responden dengan kriteria inklusi masyarakat Surakarta kelompok usia remaja sampai lansia yang sudah divaksinasi Covid-19 yang bersedia menjadi responden.Teknik sampel yaitu accidental sampling. Data diperoleh dari pengisian kuisioner yang dilakukan secara online menggunakan google form. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 6 - 27 September 2021. Data disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas remaja merupakan kaum muda. Mayoritas responden (69,8%) selalu menggunakan masker. Penggunaan masker merupakan protokol kesehatan yang paling banyak dilakukan oleh responden dibanding mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi bepergian, dan makan bersama di luar. Sementara itu terdapat 16,3% responden sering makan bersama di luar rumah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa protokol kesehatan yang lebih sering dilanggar pada usia muda (17 – 25 tahun) adalah makan bersama diluar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Sementara protokol kesehatan yang paling sering dilakukan adalah yang menggunakan masker. Oleh sebab itu, edukasi dan kampanye tentang kesadaran dan manfaat penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan melalui berbagai media dan berfokus pada usia muda (17 – 25 tahun)
PENYULUHAN CEGAH HIPERTENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN “GRIYA QURAN KITA” DI DESA WARU 1 Sakinah Rahmania; Firnadia Septika Rahajeng; Fitria Rizky Putri; Silfi Ria Affriyani; Nazella Indira Rahmawati; Nabilla Hasna Roichatul Ulayya; Anwikazahra Rifada; Ulfia Fitriyani; Alfi Salatina; Arya Brain Agustian; Kusuma Estu Werdani; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2, No. 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v2i2.2646

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah dalam pembuluh darah manusia yang terjadi pada saat darah dipompa dari jantung menuju seluruh jaringan dan organ. Menurut Kementrian Kesehatan RI, hipertensi saat ini memiliki prevalensi dan insiden peningkatan penyakit terutama pada kelompok lanjut usia serta dikenal dengan penyakit silent killer. Berdasarkan data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2021, hipertensi menyerang 22% penduduk dunia yang diperkirakan 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi dan di Indonesia prevalensi permasalahan hipertensi di Indonesia yaitu sebesar 34,1%. Prevalensi kejadian hipertensi pada lansia di Desa Waru yaitu 33,7%. Berdasarkan informasi yang diperoleh terkait permasalahan masyarakat terkait hipertensi maka perlu diberikan suatu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah berupa penyuluhan tentang upaya pencegahan penyakit hipertensi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan dapat meningkatkan derajat kesehatan serta dapat mencegah timbulnya masalah penyakit hipertensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa penyuluhan, yang dilanjutkan pre-test dan post-test lalu membandingkan hasil diantara keduanya. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan lancar, serta terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil post-test setelah penyuluhan.