Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISA KINERJA KEUANGAN PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) UNIT POYOWA BESAR Herry Mokoginta
JISMA: Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, dan Akuntansi Vol 1 No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59004/jisma.v1i3.54

Abstract

Penilaian kinerja bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan guna meningkatkan kepercayaan pihak eksternal. Ada dua jenis penilaian terhadap kinerja perusahaan yaitu penilaian dari sisi kinerja keuangan dan kinerja non keuangan. Kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Metodologi Penelitian yang digunakan adalah berdasarkan data dan sumber data, metode pengumpulan data, definisi operasional, dan metode analisis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan yang merupakan salah satu bentuk analisis kuantitatif.  Pada tahun 2020, current ratio, quick ratio, dan cash ratio masing-masing sebesar 115%, 66%, dan 52% dan pada tahun 2021 sebesar 113%, 64% dan 53%. Rasio Perputaran kas pada tahun 2020 dan 2021 adalah 2 kali dan 4 kali. Debt to Asset Ratio pada tahun 2020 dan 2021 sebesar 46% dan 41%. Perputaran modal kerja untuk tahun 2020 dan 2021 adalah 2 kali dan 4 kali. Perputaran aktiva tetap untuk tahun 2020 dan 2021 adalah 0,23 kali, dan 0,28 kali. Sedangkan perputaran total aktiva untuk tahun 2020 dan 2021 adalah 0,12 kali dan 0,16 kali. Net profit margin pada tahun 2020 dan 2021 adalah 37% dan 35%.Setelah melakukan penelitian terhadap kinerja BRI Unit Poyowa Besar maka dapat disimpulkan bahwa kinerja BRI Unit Poyowa Besar periode 2020 dan 2021 dari sisi likuiditas adalah cukup baik begitu juga dari sisi solvabilitas adalah cukup baik. Namun dari sisi aktivitas dan profitabilitas, kinerja BRI Unit Poyowa Besar kurang baik. Untuk itu penulis menyarankan agar BRI Unit Poyowa Besar lebih meningkatkan promosi dan tingkat pelayanan untuk menarik minat calon nasabah.
Cooperative financial evaluation using altman z-score to identifying financial distress Fredy Olimsar; Ismail Mokoagow; Fransisca Dyah Anggraini; Herry Mokoginta; Moch Natsir Syafarin Mokoginta
Jurnal Mantik Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v7i2.4027

Abstract

Cooperatives have become an essential form of economic organization throughout the world, providing their members with a vast array of services and benefits. Nonetheless, economic fluctuations and business insecurity can place many cooperatives in a financial bind. Therefore, a thorough financial evaluation is required to identify potential issues and implement preventative measures. This research examines Karya Mandiri Cooperative as an illustration of an at-risk savings and loan cooperative. This study employs the Modified Altman Z-Score model to identify cooperatives experiencing financial distress. Using financial statements from 2020 to 2022, the Modified Altman Z-Score Method on cooperative financial statements yields safe prediction results. The predicted Z value between 2020 and 2022 has increased from 6.76 in 2020 to 8.33 in 2022. The assessment of the cooperative's health level demonstrates a significant shift from 2020, resulting in a cut-off value of 6.76 and a classification as "quite healthy" in terms of cooperative health, to 2021, resulting in a cut-off value of 7.79 and a classification as "quite healthy" in terms of cooperative health, and to 2022, resulting in a cut-off value of 8.33 and a classification as "healthy" in terms of cooperative health.
Analisis Pemasaran Jasa Pangkas Rambut untuk Meningkatkan Daya Saing pada UMKM Barbershop Sultan Kotamobagu Mokoginta, Moch. Natsir Syafarin; Mokoginta, Herry
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital dan peningkatan kualitas layanan dalam rangka meningkatkan daya saing Barbershop Sultan di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Metode kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam terhadap pemilik dan karyawan barbershop untuk mendapatkan wawasan mengenai operasional dan strategi pemasaran yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial, khususnya Facebook dan Tiktok, secara efektif meningkatkan visibilitas merek dan keterlibatan pelanggan. Promosi melalui platform digital ini, seperti program loyalitas dan diskon, berhasil menarik pelanggan baru serta meningkatkan kunjungan ulang. Selain itu, peningkatan kualitas layanan yang meliputi keahlian tukang cukur, kebersihan, dan interaksi yang ramah turut berkontribusi dalam membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan yang puas lebih cenderung merekomendasikan layanan kepada orang lain, sehingga memperkuat posisi Barbershop Sultan di pasar lokal Kotamobagu. Kesimpulannya, kombinasi pemasaran digital dan peningkatan kualitas layanan terbukti efektif dalam meningkatkan daya saing Barbershop Sultan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur UMKM di sektor jasa dan merekomendasikan studi lebih lanjut pada barbershop lain untuk memperluas generalisasi hasil. Marketing Analysis of Barbershop Services to Enhance Competitiveness in UMKM Barbershop Sultan Kotamobagu AbstractThis study aims to analyze digital marketing strategies and service quality improvements to enhance the competitiveness of Barbershop Sultan in Kotamobagu, North Sulawesi. A qualitative method was employed through in-depth interviews with the barbershop owner and staff to gain insights into their operations and marketing strategies. The results show that social media, particularly Facebook and Tiktok, effectively increased brand visibility and customer engagement. Digital promotions, such as loyalty programs and discounts, successfully attracted new customers and increased repeat visits. Additionally, service quality improvements, including barber skills, cleanliness, and friendly interactions, contributed to building customer loyalty. Satisfied customers were more likely to recommend the service to others, strengthening Barbershop Sultan's position in the local market. In conclusion, the combination of digital marketing and service quality enhancement has proven effective in boosting Barbershop Sultan's competitiveness. This study contributes to the literature on MSMEs in the service sector and recommends further studies on other barbershops to broaden the generalizability of the findings.