Penyebab terjadinya waste terhadap peningkatan biaya yang dikeluarkan oleh pihak kontraktor sehingga mengalami kerugian dari material yang berlebih atau pun terbuang pada proyek konstruksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis model pengaruh penyebab terjadinya waste terhadap peningkatan biaya konstruksi gedung bertingkat rendah di Jakarta. Penelitian ini dikumpulkan dari 14 (empat belas) proyek yang berbeda dengan jumlah terkumpul dari 84 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik probabilitas random sampling, sedangkan untuk pemilihan sampel menggunakan simple random sampling.Variabel bekisting,pembesian, pengecoran dan pembongkaran bekisting berpengaruh terhadap peningkatan biaya konstruksi, sedangkan variabel yang paling dominan mempengaruhi peningkatan biaya konstruksi adalah variabel pekerjaan bekisting dan pekerjaan pembongkaran bekisting. Peningkatan biaya konstruksi diperoleh dari indikator yang memiliki skor tertinggi yaitu pada Variabel pekerjaan bekisting untuk indikator X1.4 dengan persentase 0,94% dan Varibel pekerjaan pembongkaran bekisting untuk indikator X4.4 dengan persentase 0,97% yaitu “Pengawasan pemasangan bekisting kurang insentif”dan“Metode pembongkaran yang kurang tepat” dengan skor total 341 dan rata-rata 4.059 dengan nilai persentase dalam kategori yang baik sekali..