This Author published in this journals
All Journal DERIVATIF
Bambang Suhada Bambang Suhada, Bambang Suhada
FE UM Metro

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR KEPARIWISATAAN DI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Superda A Masyono, Superda A Masyono; Bambang Suhada, Bambang Suhada
issn 1978-6573
Publisher : Fakultas Ekonomi UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan objek wisata hendaknya dilakukan dengan lebih fokus melalui penataan dan pengembangan berbagai objek pariwisata secara gradual dan sistematis dengan melengkapi segala fasilitas pendukungnya. Tantangan ini tidak mudah dan karena itu diperlukan upaya maksimal dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur serta berbagai pihak terutama instansi/lembaga dan dunia usaha yang secara langsung maupun tidak langsung menunjang pembangunan kepariwisataan, untuk saling bersinergi. Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui dan menetapkan objek pariwisata yang perlu mendapatkan skala prioritas sebagai wisata unggulan yang akan dikembangkan serta mendapatkan rumusan strategi dalam rangka pengembangan objek wisata di Kabupaten Lampung Timur. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 12 Orang yang dianggap pakar dalam bidang kepariwisataan di Lampung Timur. Teknis analisis data yang digunakan menggunakan metode Analisis Weighted Product sedangkan untuk memperoleh strategi pengembangan kepariwisataan menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil analis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa objek wisata unggulan di Kabupaten Lampung Timur adalah Objek Wisata Taman Nasional way Kambas ranking 1 , Objek Wisata Balai Benih Induk Holtikultural rangking 2 dan Taman Purbakala Pugung Raharjo rangking 3. Strategi Pengembangan Objek wisata Unggulan Kabupaten Lampung Timur adalah sebagai berikut: (i). Melakukan Kerjasama dengan pihak Ke tiga (swasta) atau pihak keswadayaan masyarakat, (ii). meningkatkan dan mempertahankan aksesibilitas eksternal kawasan agar tingkat pencapaian objek daya tarik wisata mudah dijangkau oleh wisatawan, (iii). meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM agar pengelolaan objek daya tarik wisata lebih optimal, (iv). pengembangan fasilitas penunjang mengingat proporsi penggunaan lahan non terbangun masih besar, hal tersebut diatur oleh kebijakan pengembangan, dan pengembangan pemasaran invesatasi dan pemasaran wisata. Kata Kunci : Weighted Product, Pengembangan, Wisata Unggulan
PERAMALAN PRODUKSI GULA NASIONAL MELALUI PENDEKATAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK Bambang Suhada, Bambang Suhada
issn 1978-6573
Publisher : Fakultas Ekonomi UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awalnya ide jaringan syaraf tiruan (JST) berkembang dari komputer analog yang meniru otak manusia. Suatu JST terdiri atas banyak unit tunggal dan unit pengolahan sederhana yang berinterakasi melalui suatu jaringan pada antar koneksi. Melalui struktur jaringan inilah JST mampu belajar dan mengingat pola kompleks (Wilppu, 1999). JST belajar melalui dua paradigma utama yaitu pembelajaran tersedia (supervised learning) dan pembelajaran tak tersedia (unsupervised learning) (Fu, 1994)Otak manusia terdiri atas sel-sel syaraf yang disebut neuron, yang berjumlah sekitar 109 neuron. Neuron-neuron tersebut terbagi atas kelompok-kelompok yang disebut dengan jaringan, yang dibedakan berdasarkan fungsinya; setiap group mengandung ribuan neuron yang saling berhubungan. Setiap neuron mempunyai kemampuan untuk menerima, memproses, dan menghantarkan sinyal elektro kimiawi melalui jalur-jalur syaraf. Neuron buatan dirancang untuk menirukan karakteristik neuron biologis. Jaringan syaraf, dengan kemampuan luar biasanya dapat mengartikan data yang rumit, dapat juga digunakan untuk mengubah pola yang terlalu kompleks (banyak). Sebuah jaringan syaraf yang terlatih dapat disebut sebagai “pakar” untuk menganalisa di bidang informasiSistem JST merupakan suatu upaya untuk mensimulasikan hardware tertentu atau software yang rumit dengan elemen-elemen pemroses, disebut neuron, yang berlapis-lapis. Tiap neuron dihubungkan dengan tetangga terdekatnya dengan tingkat koefisien keterhubungan yang berbeda-beda, yang merepresentasikan kekuatan keterhubunganPeramalan dengan menggunakan pendekatan ANN ternyata memberikan nilai MSE yang sangat kecil mendekati 0. Hal ini berarti pendekatan Artificial Neural Network memiliki akurasi yang sangat tinggi dalam melakukan prediksi terhadap suatu model sistem.  Keakuratan ANN dalam memprediksi suatu model karena proses peramalan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang berpengaruh
PENGARUH PEMBERIAN KREDIT, KEMAMPUAN MANAJERIAL DAN DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP KINERJA UMKM DI KOTA METRO Kismo Cahyono, Kismo Cahyono; Bambang Suhada, Bambang Suhada
issn 1978-6573
Publisher : Fakultas Ekonomi UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Metro memiliki berbagai jenis UMKM, baik bidang konveksi, jasa, produksi makanan dan minuman, kerajinan, peternakan, perdagangan dan lain-lain. Perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Metro setiap tahun mengalami peningkatan. Prosentase Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan, yaitu sebesar 94,46% dari total unit usaha. Mengingat kelompok usaha masih didominasi usaha kecil dan mikro tentu untuk pengembangannya memerlukan pembinaan dari Pemerintah Kota Metro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Pengaruh antara pemberian kredit terhadap kinerja UMKM, 2) Pengaruh antara diferensiasi produk terhadap kinerja UMKM, 3) Pengaruh antara kemampuan manajerial terhadap kinerja UMKM. Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi berganda. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemberian kredit, kemampuan manajerial dan diferensiasi produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Metro. Pengaruh pemberian kredit terhadap kinerja UMKM adalah 0,540 artinya bahwa pemberian kredit mampu memberikan perubahan terhadap kinerja UMKM 54,0% sedangkan 46,0% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh kemampuan manajerial terhadap kinerja UMKM adalah 0,169 artinya bahwa kemampuan manajerial mampu memberikan perubahan terhadap kinerja UMKM sebesar 16,9% sedangkan 83,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh diferensiasi produk terhadap kinerja UMKM adalah 0,303 artinya bahwa diferensiasi produk mampu memberikan perubahan terhadap kinerja UMKM sebesar 30,3% sedangkan 69,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh pemberian kredit, kemampuan manajerial dan diferensiasi produk secara bersama-sama terhadap kinerja UMKM adalah 0,635artinya bahwa pemberian kredit, kemampuan manajerial dan diferensiasi produk mampu memberikan perubahan terhadap kinerja UMKM sebesar 63,5% sedangkan 36,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun saran-saran yang diperlukan adalah : semua pihak harus saling bersinergi untuk membangun ekonomi UMKM agar lebih berdaya saing dan mampu beradaprtasi dengan perubahan lingkungan strategis. Kata Kunci : UMKM, Pembinaan, Kinerja