Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Science and Engineering

ANALISIS ABILLITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) UNTUK PENETUAN TARIF PESAWAT RUTE PULAU TERNATE – PULAU BACAN Zulaeha Mabud; Nurmaiyasa Marsaoly
Journal of Science and Engineering Vol 2, No 1 (2019): Journal Of Science and Enggineering (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.182 KB) | DOI: 10.33387/josae.v2i1.1402

Abstract

Penetapan tarif pesawat menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan besar penggunaan peasawat terbang . Tujuan Penetapan tarif dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan penyelenggaraan transportasi dengan mutu jasa yang sesuai standar keselamatan, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta pengaruhnya terhadap harga produksi. Metode analisis penentuan tarif pesawat terbang menggunakan ATP dan WTP,  hasil metode tersebut bisa menentukan tarif terendah dan tertinggi sesuai pendapatan dan kemampuan membayar jasa pesawat.
PREDIKSI RUGI-RUGI PROPAGASI DALAM BANGUNAN MENGGUNAKAN COST 231 MULTIWALL MODEL Zulaeha Mabud; Muhammad Said; Latomi Ahmad
Journal of Science and Engineering Vol 5, No 1 (2022): Journal Of Science And Engineering (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v5i1.4841

Abstract

Keberhasilan sistem komunikasi baik diluar ruangan maupun didalam ruangan sangat dipengaruhi oleh rugi-rugi lintasan propagasi. Penelitian ini memprediksi rugi-rugi lintasan propagasi pada gedung dua (2) lantai dimana masing-masing lantai terdiri dari 4 ruangan berdimensi (4x4x4) m. Pemancar diletakkan pada ruangan satu (1) dan ruangan lainnya merupakan penerima. Model propagasi yang digunakan pada penelitian ini adalah cost 231 multi wall model. Hasil perhitungan prediksi total rugi-rugi lintasan propagasi pada lantai satu (1) ruang 2 hingga 4 sebagai berikut 52,946 dB, 62,367 dB, 69,289 dB. Sedangkanuntuk lantai 2 ruang 5 hingga 8 adalah berturut-turut : 62m173 dB, 68,552 dB,75, 952 dB, 82,360 dB.. Dari hasil analisa menunjukan bahwa rugi-rugi lintasan propagasi dalam gedung sangat bervariasi dan sangat bergantung pada jarak pemancar dengan penerima, skema bangunan dan material dalam bangunan tersebut.