Siti Hairiyah
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKHNOLOGI INFORMASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Siti Hairiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.758 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i1.11

Abstract

Tekhnologi informasi tentu sangatlah penting untuk dimanfaatkan dalam segala aspek kehidupan manusia melihat keadaan zaman sekarang ini yang semakin canggih. Pemanfaatan tekhnologi informasi dalam pembelajaran diharapkan akan lebih mempermudah pemahaman siswa dalam proses pembelajaran khususnya pendidikan agama islam. Mengingat alokasi waktu yang ada untuk pendidikan agama islam sangat sedikit maka penerapan tekhnologi dalam pembelajaran akan banyak membantu baik terhadap guru atau siswa. Apabila guru agama hanya menguasai ilmu agama saja maka tidak menutup kemungkinan guru tersebut akan mengalami kemunduran atau tidak berkembang. Untuk mengatasi kemunduran tersebut maka guru agama harus menguasai sains dan teknologi yang nantiya dapat direalisasikan dalam proses pembelajaran.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURALISME DAN IMPLEMENTASINYA DI LEMBAGA PENDIDIKAN Siti Hairiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.451 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i1.68

Abstract

Pendidikan agama Islam multikulturalisme merupakan salah satu pelajaran yang diharapkan agar mampu mengubah orientasi pendidikan agama yang menekankan aspek sektoral fiqhiyah menjadi pendidikan agama yang berorientasi pada pngembangan aspek Universal Rabbaniyah, sehingga dengan hal tersebut dapat memupuk jiwa toleransi beragama dan membudayakan hidup rukun antar umat beragama, serta dapat meningkatkan pembinaan individu yang mengarah pada terbentuknya pribadi berbudi pekerti luhur. Tekhnik pembelajaran berempati bisa digunakan dalam mengimplementasikan pendidikan agama Islam multikulturalisme di lembaga pendidikan.
MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DI LEMBAGA PENDIDIKAN Siti Hairiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.286 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.76

Abstract

Pendidikan agama Islam multikulturalisme merupakan salah satu pelajaran yang diharapkan agar mampu mengubah orientasi pendidikan agama yang menekankan aspek sektoral fiqhiyah menjadi pendidikan agama yang berorientasi pada pngembangan aspek Universal Rabbaniyah, sehingga dengan hal tersebut dapat memupuk jiwa toleransi beragama dan membudayakan hidup rukun antar umat beragama, serta dapat meningkatkan pembinaan individu yang mengarah pada terbentuknya pribadi berbudi pekerti luhur. Tekhnik pembelajaran berempati bisa digunakan dalam mengimplementasikan pendidikan agama Islam multikulturalisme di lembaga pendidikan.
Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Permainan Edukatif Siti Hairiyah; Mukhlis
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2019): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.368 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i2.118

Abstract

Kreatifitas perlu dikembangkan semaksimal mungkin karena dalam memperkaya pemikiran seorang anak, segala ide yang ada pada diri anak akan dapat dikembangkan melalui aktifitas kreatif. Aktifitas kreatif memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasan adan pikiran seseorang, untuk mengembangkan kreatifitas pada diri anak guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreatifitas. Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membantu perkembangan anak dan pembentukan kepribadiannya. Pembelajaran pada anak usia dini menggunakan pripsip belajar sambil bermain, dengan demikian permainan–pemainan yang digunakan selama proses pembelajaran sebaiknya dapat bernilai pendidikan agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dalam pembelajaran. Oleh karena itu permainan yang digunakan seorang guru di sekolah harus diperhatikan sebaik mungkin agar dapat membantu aspek-aspek perkembangan anak, karena tidak semua permainan dapat digunakan dalam pembelajaran. Pendidik anak usia dini harus menunjukkan kemampuan kreatifitasnya dalam setiap pembelajaran agar anak-anak didiknya dapat menunjukkan pula kemampuan dirinya, permainan edukatif harus selalu dikembangkan baik di sekolah atau di rumah agar dapat membantu pengembangan kreatifitas seorang anak khususnya pada pendidikan anak usia dini dan diharapkan dapat mendorong untuk menjadi kreatif.
Peran Keluarga Dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Anak Sejak Dini Siti Hairiyah; Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 8 No. 02 (2020): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.962 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v8i02.150

Abstract

Keluarga memiliki peran yang signifikan dalam menumbuhkan motivasi belajar seorang anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia, sebab masa itu merupakan periode diletakkannya dasar struktur kepribadian yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Pendidikan sejak dini berperan penting dalam membantu perkembangan anak dan pembentukan kepribadiannya. Dalam menumbuhkan motivasi belajar pada anak, keluarga harus selalu ingat tentang dunia anak yang merupakan dunia bermain, jadi hal-hal yang dilakukan oleh keluarga harus selalu menyenangkan karena bagi anak-anak bermain adalah kegiatan yang menyenangkan. Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh keluarga dalam menumbuhkan motivasi belajar pada anak akan tetapi kunci utamanya adalah keterlibatan keluarga atau orang tua secara langsung dalam kegiatan anak.