Wildan Alfaizi
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMAKAIAN BAHASA MADURA DI KALANGAN PEMUDA MADURA YANG MERANTAU DI JAKARTA Wildan Alfaizi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.671 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i2.21

Abstract

Bahasa Madura adalah bahasa yang secara aktif dipakai oleh penuturnya. Baik dalam lingkup keluarga maupun dalam lingkungan sosial masyarakat. Namun dengan perkembangan jaman dan derasnya arus globalisasi banyak bahasa-bahasa nasional dan local (bahasa daerah) yang sudah mengalami peregeseran bahkan kematian. Maka disini di perlukan peran para pemuda. karena pada merekalah bahasa local dalam konteks ini bahasa madura dibebankan untuk dipertahankan. Jika ingin melihat masa depan Madura, maka lihatlah bagaimanan pemudanya menggunakan bahasa daerahnya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Dalam pergaulan, pemuda madura yang merantau ke Jakarta mempunyai kecenderungan untuk memakai bahasa madura disesuaikan dengan konteks mitra tuturnya. Misalnya, pemuda Madura berkomunikasi dengan mitra tutur yang juga berasal dari Madura maka mereka cenderung menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa tutur. Atau misalnya berada dilingkungan komunitasi orang Madura yang merantau di ibu kota, maka dengan sendirinya bahasa Madura yang tak lain bahasa ibu akan tetap dijadikan sebagai bahasa pertama, kemudian bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Akan tetapi ada sebagian kecil pemuda Madura yang enggan menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa tuturnya walaupun yang bersangkutan berkomunikasi dengan penutur bahasa Madura juga. Akan tetapi secara umum dalam keseharian Pemuda madura yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Madura karena lingkungannya bersama orang-orang madura, maka mereka akan menggunakan bahasa madura sebagai bahasa pengantar sehari-hari.
FUNGSI KEMASYARAKATAN BAHASA DALAM PERSPEKTIF KAJIAN SOSIOLOGI-LINGUISTIK Wildan Alfaizi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.114 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.33

Abstract

Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan, ide atau perasaan dengan memakai tanda, simbol, bunyi atau gesture yang berkaitan dengan mimik yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami. Sehingga dengan hal itu bahasa dapat dikatakan bersifat arbitrer. Dalam kajian sosiologi Linguistik, bahasa tidak didekati sebagaimana dalam kajian linguistik teoretis, melainkan di dekati sebagai sarana interaksi dan alat komunikasi di dalam lingkungan masyaraka, baik Interaksi sosial dalam masyarakat satu bahasa, dwibahasa maupun multibahasa. dengan tersedianya beberapa bahasa atau ragam bahasa menuntut tiap-tiap penutur mampu memilih secara tepat bahasa atau ragam bahasa yang sesuai dengan situasi lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, Tulisan ini mencoba untuk membahas tentang Fungsi Kemasyarakatan Bahasa dalam perspektif Kajian Sosiologi-Linguistik. pokok pembahasan dari tulisan ini adalah menjawab lima permasalahan yang berkaitan dengan fungsi kemasyarakatan bahasa yaitu Masyarakat Bahasa, Bahasa Kemasyarakatan, Hubungan bahasa dan masyarakat, Faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian bahasa pada masyarakat, Bahasa dan tingkatan sosial masyarakat serta Fungsi Kemasyarakatan bahasa. Dengan tulisan ini di harapkan dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengkaji Bahasa dan ilmu Linguistik. Khususnya dalam kajian Sosiologi-Linguistik atau Sosiolingustik.