Hosnan Hosnan
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMIKIRAN CENDEKIAWAN MUSLIM TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM MODERN Hosnan Hosnan
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.733 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.30

Abstract

Abstraksi: Manusia dengan akalnya adalah penentu dalam perkembangan kehidupan setelah adanya patokan-patokan Nash. Tetapi patokan ini terutama yang diberikan Al-Quran masih bersifat global, hal ini bertujuan untuk memberikan kekuasaan bagi manusia menyesuaikan dengan realitas keadaan dan zaman yang terus berubah. Keteladanan ulama-ulama terdahulu seperti imam Abu Hanifah, Ahmad bin Hambal, Malik bin Anas, Muhammad Al-Syafi’ie, Al-Makmun, Abu Yusuf Al-Kindi, Abu Nasr Muhammad Al-Farabi, Abu Ali Husein Ibnu Sina, Al-Ghazali dan lainnya, mencerminkan pemikiran yang senantiasa membumi berdasarkan pemikiran yang berpijak kepada Al-Quran, Al-Hadits, dan konsensus para sahabat pilihan yang kemudian berkembang pesat sehingga melahirkan pemikiran yang bercorak Bayani, Irfani, dan pemikiran Burhani, yang merupakan kunci keberhasilan dan kecemerlangan pemikiran dan peradaban Islam pada zamannya. Sebagaimana pernah dicontohkan pada masa Golden Age of Science In Islam antara tahun 650 M sampai tahun 1300M. Tonggak dan kunci dari maraknya pemikiran dan peradaban Islam adalah tradisi kebebasan berfikir dan independensi ulama dari ranah politik. Ulama menurut Ibnu Khaldun adalah sosok yang mampu melakukan analisis dan menangkap makna-makna yang tersirat, baik dalam ranah social maupun teks keagamaan. Dalam sejarah peradaban dan pemikiran Islam telah membuktikan lahirnya peradaban yang sangat Adiluhung dan membawa pencerahan yang dapat dirasakan masyarakat di seantero dunia, buah dari itu semua, pemikiran islam telah menjadi gerbang pencerahan bagi Eropa dan Barat serta melahirkan ulama-ulama, para cendekiawan modern seperti, Jamaluddin Al-Afgani, Moh. Abduh, Rasyid Ridho, Abul A’la Al-Maududi, Sayyid Quthb, Hasyim Asy’ari, Ahmad Dahlan, Moh. Iqbal, Thaha Husain dan lainnya.
MENDIRIKAN BADAN USAHA MASJID Hosnan Hosnan
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 3 No. 1 (2015): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.192 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v3i1.57

Abstract

Menghadapi era globalisasi di segala bidang kehidupan merupakan suatu keniscayaan bagi masjid untuk mendirikan suatu badan usaha. Dalam mengelola suatu badan usaha pengurus/ta’mir masjid dapat memilih personalia yang berjiwa wiraswasta yang pinter, kober, bener dan professional jangan setengah-setengah apalagi ragu-ragu. Mendirikan badan usaha masjid senantiasa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait misalnya perbankan, dinas perijinan, dinas perindustrian dan perdagangan, dinas koperasi sehingga dapat diperoleh informasi yang benar dan detail. Mampu menjaga satu kesatuan visi dan misi serta kebersaman langkah dan tujuan dalam mendirikan suatu badan usaha Selalu menjaga kekompakan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan sesama pengurus/ta’mir masjid.
MANAJEMEN BOS DAN KEDIGDAYAAN MADRASAH Hosnan Hosnan
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.591 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i1.66

Abstract

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Madrasah Negeri anggarannya diletakkan pada daftar isian Penggunaan Anggaran Satker madrasah yang bersangkutan yang pelaksanaannya harus disesuaikan dengan memakai prinsip transparansi, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan pemerintah, sehingga memerlukan sistem manajemen yang modern mulai perencanaan alokasi dana masing-masing madrasah, pengorganisasian personil yang sesuai dengan job description didasarkan keikhlasan dan penuh kejujuran, dan kemantapan pengkoordinasian semua pihak yang terkait serta didukung keberadaan leadership yang mumpuni dan berwibawa. Manajemen BOS yang baik akan menciptakan keunggulan program pendidikan madrasah serta akan muncul kelebihan dan kedigdayaan madrasah dalam mengelola sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana prasarana, kegiatan belajar mengajar serta output atau lulusan mempunyai daya saing yang tinggi dan sangat bermutu kalau dibandingkan dengan sekolah atau madrasah lainnya, pada akhirnya madrasah tidak lagi dipandang sebelah mata tetapi benar-benar suatu lembaga pendidikan yang bonafid, bermutu dan mempunyai daya tarik yang mempesonakan semua pihak.