Shidqiyah Shidqiyah
STIT Al-Karimiyyah Sumenep

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL Shidqiyah Shidqiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 1 (2014): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.111 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v2i1.34

Abstract

Amanat UUD Negara Republik Indonesia 1945 menyatakan bahwa sistem pendidikan nasional harus menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan local, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaruan pendidikan secara terarah, terencana, dan kesinambungan. Dalam konteks perubahan kehidupan yang semakin mengglobal saat ini, Negara dihadapakan pada persaingan dan tantangan yang semakin berat. Tidak hanya tantangan yang bersifat local saja, tetapi juga persaingan dengan Negara-negara lainnya yang lebih maju. Karenanya, dengan dasar amanat UUD 1945 diatas, Negara mewujudkan pendidikan Bertaraf Internasional sebagaimana tertuang UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah Bertaraf Internasional adalah sekolah yang sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang kemudian diperkaya dengan keunggulan mutu (kurikulum) tertentu yang diimpor dari Negara anggota OECD dengan tujuan peninggkatan kualitas pendidikan serta meningkatkan daya saing. Namun, dalam pelakasanaanya Sekolah Bertaraf Internasional menimbulkan pro-kontra dikalangan masyarakat. Adanya Sekolah Bertaraf Internasional ini ditenggarai akan menimbulkan diskriminasi, kastanisai, dan komersialisasi pendidikan. Yang paling mengkhawatirkan adalah dengan adanya penambahan kurikulum dan mind set akan persaingan Internasional sebagai focus pendidikan akan menyebabkan terkikisnya karakter dan kearifan lokal (local wisdom) pada diri siswa peserta didik. Kearifan lokal adalah kekayaan sekaligus kekuatan yang luar biasa yang dimiliki oleh bangsa ini untuk bersaing dengan Negara lain, sehingga keberadaanya haruslah ditularkan, dilestarikan, diinternalisasikan dalam setiap jiwa bangsa ini. Karenanya, didalam sistem Sekolah Bertaraf Internasioal harus diterapkan dan ditekankan kurikulum yang ideal, sinergi dengan kearifan local, selain juga yang berkualitas Internasional.
TRADISI SHOLAWATAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI MASYARAKAT LENTENG BARAT SUMENEP: Manifestasi Dakwah dan Silaturrahmi Shidqiyah Shidqiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.767 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.73

Abstract

Tradisi sholawatan merupakan tradisi nenek moyang yang diwariskan turun temurun dari generasi kegenerasi. Tradisi shalawatan adalah pertemuan dua arus yaitu tradisi Islam (ajaran membaca shalawat) dan tradisi setempat yaitu tradisi guyub yang merupakan ciri masyarkat Madura. Secara umum masyarakat desa atau masyarakat agraris adalah masyarakat guyup yang diikat oleh tali tradisi setempat. Tradisi setempat di manapun merupakan artikulasi dari nilai-nilai yang diyakininya yang menyejarah yang pada akhirnya membentuk sosial order atau ketraturan sosial. Demikian juga masyarakat Lenteng Barat Sumenep yang secara georafis berada di Pedalaman, tapi mereka mampu menafsirkan universalitas Islam (yang berupa ajaran dakwah dan silarurrahmi) dengan lokalitas yang bernama tradisi kompolan shalawatan. Tradisi kompolan sholawatan merupakan perwujudan dakwah dan silaturrahmi antar warga, karena dalam tradisi sholawatan ini ajaran dan syariat Islam dapat tersampaikan. Selain itu dalam tradisi shalawatan ini juga terjadi silaturrahmi antar warga. Silaturrahmi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja karena sudah menjadi tradisi bagi mereka.