Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 di Indonesia, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan setiap 100.000 balita meninggal karena diare. Faktor penyebab diare pada balita salah satunya yaitu status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian diare dengan status gizi pada balita di Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Jenis penelitian analitik dengan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Rangkasbitung sebanyak 1.254 balita dan sampel sebanyak 38 responden dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Cara ukur menggunakan lembar checklist yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian diare pada balita sebesar 19 responden dengan gizi buruk dan kurang sebanyak 18 responden. Hasil uji statistik ada hubungan antara status gizi dengan kejadian diare pada balita dengan p value: 0,04 dan OR 5.93 berarti balita yang mengalami gizi buruk dan kurang berpeluang hampir 6 kali lebih beresiko untuk terjadinya diare dibandingkan dengan balita dengan gizi baik.. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara kejadian diare dengan status gizi pada balita. Perlu upaya meningkatkan penyuluhan mengenai dampak dari penyakit diare. Kegiatan proaktif tenaga kesehatan untuk melakukan penelusuran status gizi pada balita yang tidak dibawa ke Puskesmas atau Posyandu.