Pertolongan persalinan oleh paraji atau dukun beranak (non medis) akan menimbulkan berbagai masalah yang merupakan penyebab utama tingginya angka kematian dan kesakitan ibu dan perinatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan budaya, keterjangkauan sarana dan prasarana serta persepsi ibu terhadap perilaku pemilihan pertolongan persalinan di desa Banjarsari Rt 025/004Tahun 2016. Sampel dalam penelitian berjumlah 42 ibu yang sudah pernah melahirkan pada bulan Januari-Mei 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan menggunakan metode cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna budaya atau adat istiadat terhadap perilaku pemilihan pertolongan persalinan dengan nilai p value 0,041 dan Odds Rasio (OR) = 4,6. Ada hubungan yang bermakna antara Keterjangkauan sarana dan prasarana terhadap perilaku pemilihan pertolongan persalinan dengan Pvalue sebesar 0,41 dan Odds Rasio (OR) = 4,6. Ada hubungan yang bermakna antara persepsi ibu terhadap perilaku pemilihan pertolongan persalinan dengan Pvalue sebesar 0,00 dan Odds Rasio (OR) = 39,37. Perlu dilakukannya penyuluhan kepada masyarakat mengenai persalinan yang aman, resiko persalinan pada dukun bayi serta pentingnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan seperti bidan.