Mohammad Yahya Ashari, Mohammad Yahya
Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MULTIKULTURALISME PESANTREN DI ANTARA PENDIDIKAN TRADISIONAL DAN MODERN Mahfudhoh, Rif'atul; Ashari, Mohammad Yahya
Religi: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang Jawa Timur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.633 KB)

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan diri lebih aktif dan mempunyai peran besar dalam mensosialisasikan serta mengembangkan ajaran dan nilai-nilai Islam di Nusantara. Namun, mayoritas pesantren yang ada saat ini, seakan berjalan di tempat dan mengalami kondisi stagnan. Jenis penelitian ini adalah studi literature dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil yagn didapat bahwa pesantren mempunyai potensi multikultural yang tinggi. Potensi multikulturalitas pesantren itu terletak pda sikap agalitarian, fleksibel dan inklusif. Walau demikian pesantren masih dilundrung masalah seperti problem konservatif dan defensif terhadap kultur yang diyakini sehingga pesantren terjebak pada kebenaran absolut (absolutely truth) yang bahkan meminggirkan dan menyingkirkaan kelompok lain yang berbeda dengan pesantren. Di sisil lain, kurikulum pesantren juga tidak mau beranjak dari pola klasik dengan hanya mengkaji kitab kuning.Pesantren is the oldest islamic education institution in Indonesia. They have enormous potential to develop themselves in spreading islamic teachings and values across Indonesia. However, many pesantren today are stagnant. This research was literature study and involved as qualitative descriptive. It result shows that pasantren has a high multicultural potential. This potentiallies in egalitarian, flexibility and inclusive attitude. However, the pesantren today are plagued by conservatism and defensive culture problem. Moreover, they have been trapped in absolutely truth. Thus, this idea will pull over another group which have different thinking. In addition, pesantren curriculum insists on yellow book studies, showing that they do not want to move from classical education.
MULTIKULTURALISME PESANTREN DI ANTARA PENDIDIKAN TRADISIONAL DAN MODERN Mahfudhoh, Rif'atul; Ashari, Mohammad Yahya
Religi: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang Jawa Timur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan diri lebih aktif dan mempunyai peran besar dalam mensosialisasikan serta mengembangkan ajaran dan nilai-nilai Islam di Nusantara. Namun, mayoritas pesantren yang ada saat ini, seakan berjalan di tempat dan mengalami kondisi stagnan. Jenis penelitian ini adalah studi literature dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil yagn didapat bahwa pesantren mempunyai potensi multikultural yang tinggi. Potensi multikulturalitas pesantren itu terletak pda sikap agalitarian, fleksibel dan inklusif. Walau demikian pesantren masih dilundrung masalah seperti problem konservatif dan defensif terhadap kultur yang diyakini sehingga pesantren terjebak pada kebenaran absolut (absolutely truth) yang bahkan meminggirkan dan menyingkirkaan kelompok lain yang berbeda dengan pesantren. Di sisil lain, kurikulum pesantren juga tidak mau beranjak dari pola klasik dengan hanya mengkaji kitab kuning.Pesantren is the oldest islamic education institution in Indonesia. They have enormous potential to develop themselves in spreading islamic teachings and values across Indonesia. However, many pesantren today are stagnant. This research was literature study and involved as qualitative descriptive. It result shows that pasantren has a high multicultural potential. This potentiallies in egalitarian, flexibility and inclusive attitude. However, the pesantren today are plagued by conservatism and defensive culture problem. Moreover, they have been trapped in absolutely truth. Thus, this idea will pull over another group which have different thinking. In addition, pesantren curriculum insists on yellow book studies, showing that they do not want to move from classical education.