Sudjadi Tjipto Rahardjo, Sudjadi Tjipto
Program Studi Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia – Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN SEMIOTIKA DESAIN VERNAKULAR WAHANA HIBURAN “TONG STAND” PASAR MALAM SEKATEN YOGYAKARTA Rahardjo, Sudjadi Tjipto
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2013): August
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.946 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v5i1.1104

Abstract

Tampilan desain vernakular sebagai sebuah hasil kebudayaan masyarakat lokal mengandung narasi akan makna kehidupan yang tak terungkapkan. Salah satu cara untuk menggali makna tersebut adalah dengan menggunakan kajian semiotika struktural Roland Barthes dalam relasi makna. Denotasi–Konotasi yang akhirnya memunculkan sebuah Mitos. Mitos yang muncul menuntun pemirsa untuk mengetahui makna apa yang sebenarnya tersembunyi di balik tampilan visual sebuah desain vernakular stand hiburan Kelompok Diana Ria di pasar malam. Desain vernakular yang mereka tampilkan memadukan citraan tradisional dan modern secara naïf, kasar dan terkesan seadanya menjadi kumpulan objek yang menarik untuk dikaji. Kultur anggota Diana Ria yang berasal dari budaya masyarakat agraris, agamis, dan kental dengan nilai-nilai kekeluargaan kemudian harus bersinggungan secara langsung dengan masyarakat kota (pengunjung) yang berbudaya modern, berpendidikan, dan individualistis memunculkan gegar budaya seperti tampak dalam tampilan visual desain wahana hiburannya. Desain vernakular yang mereka tampilkan sebenarnya merupakan keinginan untuk mensejajarkan diri dalam arus putaran penyelenggaraan dunia hiburan modern. Pencitraan kesejajaran tersebut sebenarnya hanyalah sebuah mitos, mitos atas kehidupan mereka yang serba terbatas, tertindas dan selalu terpinggirkan.
Tinjauan Tampilan Visual Desain Kemasan Roti Murni di Yogyakarta Rahardjo, Sudjadi Tjipto; Pramusita, Rossa Dyana
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 2 No. 02 (2016): August 2016
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v2i02.1205

Abstract

AbstrakKemasan pada saat ini telah mengalami penambahan fungsi dimana kemasan tidak lagi sekedar untuk melindungi dan sebagai wadah, tetapi juga berfungsi sebagai media promosi serta komunikasi sebuah produk. Kini desain kemasan telah menjadi bagian penting dalam proses pemasaran. Penelitian ini mengambil objek kajian kemasan Roti Murni di Yogyakarta yang sudah lama tidak mengalami perubahan desain kemasannya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang desain kemasan Roti Murni yang sudah lama tidak mengalami perubahan dan meninjau kemasan kardus Roti Murni dengan teori kemasan Desain Komunikasi Visual. Metodologi penelitian kualitatif digunakan dengan sumber data yang diperoleh dengan cara observasi dan wawancara. Data penelitian kemudian dianalisis dengan teknik analisis komponensial menggunakan teori warna, bentuk, ilustrasi, tipografi, dan tata letak menurut Desain Komunikasi Visual. Dari hasil penelitian ditemukan fakta yang menarik bahwa kemasan Roti Murni tidak berubah karena perusahaan tidak memiliki desainer kemasan, dan desain kemasannya tidak secara keseluruhan sesuai dengan teori DKV. Kata kunci: Kemasan, Roti Murni, Tampilan Visual, Yogyakarta  AbstractPackaging at this time is indicating to have some additional functions where the packaging is no longer simply to protect or just as a container of a product inside, but also serves as a media campaign of a product inside. Packaging design then has become an important part of the marketing process. The object of this study is the packaging design used by “Roti Murni”, one of bakery companies in Yogyakarta. The packaging design used by “Roti Murni” has been known that it has not been changed since long time ago. The purpose of the study is to determine the background of “Roti Murni” packaging design that has not changed and to review the design of the packaging with the theory of Visual Communication Design. This study is using qualitative research methodology, while the source data analized were obtained by observation and interviews. Data were analyzed with componential analysis techniques using the theory of color, shape, illustration, typography, and layout in Visual Communication Design. The research found an interesting fact that the packaging of “Roti Murni” has not changed since the company does not have packaging designers, and the overall packaging design itself was not designed by using the theory of Visual Communication Design. Keywords: Packaging, Murni Bakery, Visual Review, Yogyakarta
Tinjauan Tiga Desain Kaus Khas Tegal Rahardjo, Sudjadi Tjipto; Hayuningsih, Lintang Woro
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 4 No. 01 (2018): February 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v4i01.1609

Abstract

AbstrakBanyaknya perantau asal Tegal menjadi ide awal bagi produsen kaus di Tegal untuk memproduksi kaus dengan tema khas Tegal yang ditujukan sebagai sarana pelepas rindu kampung halaman. Kaus tersebut juga ditujukan sebagai simbol identitas kedaerahan serta bentuk rasa bangga pada budaya lokal. Penelitian ini mengambil objek tiga desain kaus khas Tegal yaitu Kaus “Galgil”, Kaus “Tegal”, dan Kaus “Kepriben”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui desain kaus khas Tegal jika ditinjau dari penggunaan warna, ilustrasi, tipografi, dan layout serta untuk mengetahui ciri khas dari desain kaus tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Kemudian metode analisis data yang digunakan adalah analisis data komponensial. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa mayoritas konsep desain kaus khas Tegal lebih menonjolkan kata-kata serta istilah dalam bahasa Tegal sehingga desain-desainnya lebih banyak berupa permainan tipografi serta minim penggunaan ilustrasi. Kata kunci: kaus, Tegal, desain komunikasi visual, identitas lokal AbstractThe high numbers of nomans with Tegal origin initiated the idea for the T-shirts producers to design T-shits with particular themes. The T-shirt is also designated as a symbol of a regional identity and a form of pride to the local culture. This research took three Tegal typical T-shirt as the objects namely Galgil Tshirt, Kaus Tegal, and Kepriben T-shirt. The purpose of this research is to know Tegal typical T-shirt design when viewed from the use of colours, illustrations, typography, and layouts, as well as to know the characteristics of the T-shirt design. This research is using qualitative approaches while the source data analized were obtained by observation and interviews. The data analysis method used is componential analysis techniques. The research found fact that the majority of Tegal typical T-shirt design concept are more prominent to words and terms of Tegal languages therefore the designs are more in the form of playing typography and minimal use of illustrations.  Keyword: T-shirt, Tegal, Visual Communication Design, Local Identity
Tinjauan Visual dan Makna Logo Pameran Biennale Jogja XI–XVI Equator (2011-2021) Rahardjo, Sudjadi Tjipto; Rolitasari, Happy
CandraRupa : Journal of Art, Design, and Media Vol. 2 No. 1 (2023): Vol.2 No.1, March (2023)
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/candrarupa.v2i1.325

Abstract

Logo merupakan bagian dari identitas visual yang memiliki peran penting dalam mewakili identitas visual penyelenggara pameran. Logo tidak pernah luput dan selalu tampil pada setiap publikasi cetak maupun digital, namun keberadaanya masih jarang diperbincangkan. Dalam proses pembuatannya sebuah tampilan logo melewati proses penggalian ide, kepiawaian perancang menerjemahkan teks kuratorial dan gagasan tema pameran sehingga menemukan visualisasi logo sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini mengidentifikasi tampilan visual logo Biennale berdasarkan keilmuan DKV, lingkup kajian meliputi bentuk logo, warna dan tipografi dan makna logo serta proses kreatif perancangan logo dari sisi desainernya. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data triangulasi yang ditinjau menggunakan teori desain komunikasi visual. Temuan penelitian bahwa tampilan visual logo pameran Biennale Jogja XI-XVI Equator selalu berbeda, hal ini terjadi karena konsep perancangan logo telah ditentukan oleh tim kurator sedari awal. Perbedaan kerjasama antar agency atau desainer individu memunculkan juga karakteristik desain logo pameran yang beragam.
PERANCANGAN BUKU VISUAL “SABA BADUY: 5 HARI MENJELAJAH BADUY LUAR” DI PROVINSI BANTEN Auliapasha, Emir; Rahardjo, Sudjadi Tjipto
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jsuluh.v6i2.6672

Abstract

Indonesia memiliki beragam suku, agama, dan budaya, tidak terkecuali Provinsi Banten. Saba Baduy merupakan masyarakat adat yang masih eksis dan masih menjunjung tinggi hokum adat nenek moyangnya dan saat ini menjadi tujuan wisata budaya di Banten. Namun tidak sedikit masyarakat modern yang kurang mengenal Masyarakat Adat Baduy karena kurangnya informasi atau buku yang membahas tentang Masyarakat Adat Baduy dan objek wisata budaya Saba Baduy itu sendiri. Perancangan buku visual “Saba Baduy : 5 Hari Menjelajahi Baduy Luar” ini terinspirasi dari permasalahan minimnya pengetahuan dan informasi mengenai Saba Baduy dan Suku Baduy itu sendiri. Harapan dari perancangan ini dapat mengedukasi masyarakat umum khususnya generasi muda Indonesia dan menjadi salah satu media pelestarian salah satu budaya yang masih ada di Indonesia.