Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENAHAN SEDIMEN SEKAT BERCINCIN PADA SALURAN IRIGASI Nenny Nenny
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi No 1 (2018): Edisi Khusus JTS Teknologi Sipil
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v0i1.2153

Abstract

Peranan irigasi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian. Pendayagunaan air melalui system pengolahan yang baik untuk pemanfaatan air dilaksanakan secara efektif dan efisien. Angkutan sedimen pada saluran irigasi dapat mempersingkat umur pelayanan jaringan irigasi, karena terjadinya pendangkalan dan penurunan kapasitas, sehingga mempersulit air untuk mencapai permukaan sawah dan mengairi sawah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi angkutan sedimen di saluran irigasi, salah satunya yang umum dilakukan adalah pembuatan model penahan sedimen (MPS). Meski demikian, sedimen asih saja tetap masuk ke dalamsaluran irigasi dalam jumlah yang cukup besar. Sehingga dalam  pengoperasian dan pemeliharaannya membutuhkanbiaya yang cukup tinggi untuk pengerukan sedimen tersebut. Mengingat pentingnya suatu bangunan penangkap  sedimen, maka perlu perhatian khusus terhadap masalah ini, antara lain dengan membuat suatu model penahan sedimen yang mempunyai kemampuan untuk menangkap sedimen dengan baik. Dengan harapan dapat membantu mengendapkan sedimen agar tidak mengganggu fungsi dari saluran. Penelitian akan dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyan Makassar. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui sifat aliran yang terjadi pada bangunan penangkap sedimen, mengetahui volume angkutan sedimen dasar dengan perhitungan secaralangsung dan membandingkan dengan rumus pendekatan. Hasil penelitian menunjukkan semakin besar volumesedimen kecepatan aliran cenderung mengecil, dari 0.57 m/dt ; Vs : 0.0039 m3/dt. ke v : 0.16 m/dt. ; Vs :0.0047 m3/dt. Begitu pula sebaliknya semakin kecil volume sedimen kecepatan aliran cenderung membesar mulai dari 1.4 m/dt ; 0.0006 m3/dt ke v : 1.0 m/dt ; Vs : 0.0005 m3/dt
STUDI EKSPERIMEN MODEL PEREDAM ENERGI TERHADAP LONCATAN HIDROLIK PADA KOLAM OLAKAN Nenny Nenny; Hamzah Al Imran
Journal Techno Entrepreneur Acta Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu konstruksi bangunan air yang digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya air adalah bendung. Peninggian muka air karena pembendungan akan mengakibatkan adanya aliran yang deras di bagian hilir. Jika dalam suatu aliran terjadi perubahan jenis aliran dari superkritis ke subkritis, maka akan terjadi loncatan hidrolis atau yang sering disebut hydraulic jump.Guna mereduksi energi yang terdapat di dalam aliran tersebut, maka di ujung hilir saluran peluncur biasanya dibuat suatu bangunan yang disebut peredam energi pencegah gerusan (scour protection basin). Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh variasi model peredam energi terhadap loncatan hidrolik pada kolam olakan, engetahui sifat aliran  di hilir kolam olakan pada setiap variasi model peredam energi. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimental dengan menggunakan model saluran terbuka dengan penampang bentuk trapezium, model mercu pelimpah, dan model peredam energi. Parameter yang diamati adalah Debit aliran (Q), Kecepatan Aliran (V), Kedalaman aliran dan energi spesifik (Δh). Hasil penelitian menunjukkan model peredam energi (MPE-1) tinggi  loncatan sangat besar yaitu 0.109 m, sedangkan pada model peredam energi MPE-2, MPE-3 dan MPE-4 terjadi penurunan energi sangat drastis yaitu 0.009 m – 0.021 m. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya baffle block pada kolam olak sangat mempengaruhi besarnya loncatan.  Berdasarkan hasil pengamatan sifat aliran yang terjadi pada setiap perubahan model peredam energi (MPE) adalah aliran superkritis menjadi subkritis. Dan  hasil pengamatan karakteristik aliran yang terjadi adalah aliran turbulen (aliran tidak seragam).