Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HISTOPATOLOGI Achlya heterosexualis PADA JARINGAN TUBUH IKAN LELE (Clarias batrachus L.) setyawati, siti mukhlisoh
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.432

Abstract

Achlya merupakan salah satu fungi golongan Sapro- legniaceae yang dapat menyebabkan penyakit saproleg- niasis pada ikan air tawar. Saprolegniasis  mudah dikenali dari munculnya massa hifa seperti kapas, berwarna putih hingga abu-abu/kecoklatan pada bagian tubuh ikan yang terinfeksi. Achlya heterosexualis merupakan jenis Achlya patogen yang di dapat dari lesi ikan terinfeksi saprolegnia- sis pada budidaya ikan di Purbalingga, Jawa Tengah. Lele (Clarias batrachus L.) merupakan ikan budidaya utama di Indonesia yang umum terserang saprolegniasis dari fase telur hingga dewasanya. Gambaran histologis pada ikan dewasa yang terinfeksi saprolegniasis dapat menjadi uku- ran untuk mengetahui  tingkat serangan dan  kemampuan infeksi dari jamur penyebab saprolegniasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan infeksi dari Ach- lya heterosexualis terhadap ikan lele dilihat dari pertum- buhan hifa jamur pada jaringan terinfeksi dan kerusakan jaringan yang diakibatkan oleh infeksi tersebut. Inokulasi jamur pada ikan dilakukan dengan memasukkan zoospora jamur ke dalam media hidup ikan. Sebelum inokulasi, ikan telah dikurangi lapisan mukus-nya dengan metode Ami- Momi dari Hatai dan Hoshiai (1994). Preparasi jaringan ter- infeksi dilakukan dengan metode parafin dan pewarnaan Alum Hematoxylin-Eosin oleh Mallory. Hasil pengamatan menunjukkan hifa dari zoospora Achlya heterosexualis yang diinokulasikan pada ikan lele dapat menginfeksi jaringan integumen dan derivatnya.   Hifa dapat tumbuh dan me- lekat kuat pada bagian sirip ikan. Hifa juga tumbuh jauh ke dalam jaringan integumen hingga mencapai lapisan stratum spongiosum. Kerusakan jaringan integumen yang diakibatkan oleh infeksi tersebut berupa hilangnya lapisan epidermis dan rusaknya lapisan dermis karena pertumbu- han hifa.
The Diversity of the Dragonfly of Orthetrum Genus in Protected Area of Mount Prau, Central Java Indonesia Setyawati, Siti Mukhlisoh; Puwowidodo, Puwowidodo; Huda, Muh. Miftahul; Dewi, Bita Afriyanti
Journal Of Natural Sciences And Mathematics Research Vol 3, No 1 (2017): Volume 3, Nomor 1, 2017
Publisher : Faculty of Science and Technology, State Islamic University Walisongo Central Java

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.621 KB) | DOI: 10.21580/jnsmr.2017.3.1.1747

Abstract

Dragonfly of the genus Orthetrum is a dragonfly of the Lebullidae family. This dragonfly has a variety of types of morphological structure, body color, distribution and habitat. Habitat dragonfly of the genus Orthetrum is quite extensive, especially around lowland to upland waters. Protected Forest Mount Prau Central Java, is a rainforest that has a water flow appropriate for life dragonflies. It allows the Dragonflies of all kinds to live and thrive in the environment, including Orthetrum. This research was conducted to find out the types of Orthetrum that can be found in Protected Forest Area of Mount Prau, Central Java. Determination of sampling is done along the river flow at 3 stations with total sub plot of sample as much as 12 point, starting from near settlement flow up to 2100 m toward waterfall source. The results of the sample analysis showed morphological variations in the structure of the thorax and abdomen as well as the color variations and patterns on the thorax, abdomen, and wings. Identification of the dragonfly obtained four types of dragonfly Orthetrum with variations on the sex, the male and female sabina Orthetrum, Orthetrum caffrum males. Orthetrum testaceum male, male and female pruinosum Orthetrum, and Orthetrum male and female glaucum. ©2017 JNSMR UIN Walisongo. All rights reserved.