Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN DAN PENYADARAN LINGKUNGAN PEREMPUAN UNTUK MENCAPAI TARGET SDGs DI KOTA MINYAK BALIKPAPAN SEBAGAI PENYANGGA IKN NUSANTARA Uni W. Sagena; Mirna Hidaya Tullah; Ester Febriana Purba; M. Hasyim M; Dani Sartika; Mohd. Dino Khairri Sharifuddin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.11709

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan hidup sejak lama menjadi problem bersama, bukan saja secara lokal,  nasional, bahkan secara global, sehingga ia menjadi agenda dunia internasional untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs/Sustainable Development Goals).   Problem dampak pembangunan terhadap kelangsungan lingkungan hidup juga persoalan serius khususnya bagi sebagian besar kota-kota besar di Indonesia, termasuk  Balikpapan yang dikenal sebagai Kota Minyak. Julukan itu muncul karena Balikpapan, Kalimantan Timur,  dikenal sebagai salah satu lumbung energi terbesar di Indonesia.  Dampak lingkungan dari ekplorasi energi dan pembangunan infrastruktur di Balikpapan   sudah lama menjadi  keprihatinan terbesar jauh sebelum isu pemindahan IKN Nusantara ini mencuat. dengan adanya pembangunan fisik secara massif di wilayah IKN, kekhawatiran kerusakan lingkungan semakin meningkat.  Karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara umum, dan perempuan secara khusus, agar Balikpapan sebagai wilayah penyangga IKN dapat menanggulangi kerusakan lingkungannya dan mewujudkan target SDGs. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa meningkatkan wawasan kesadaran lingkungan hidup dan pemberdayaan IRT di Kelurahan Marga Sari di Kota Balikpapan dalam Composting system atau sistem pengomposan dan memanfaatkan limbah-limbah organik rumah tangga untuk kemudian diolah kembali agar tidak merusak tanah, air, dan lingkungan sekitar.   Caranya adalah pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) dan pupuk kompos sederhana yang dapat digunakan untuk memupuk tanaman yang ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia.  Metode dalam kegiatan ini ialah metode penyuluhan dengan memperagakan langkah-langkah dalam pembuatan pupuk kompos menggunakan MOL (Mikro Organisme Lokal).  Program ini mendapatkan partisipasi perempuan dan sehingga  menunjang keberhasilan program ini. Hasil dari program divalidasi oleh warga sebagai metode yang cukup praktis dan sederhana untuk dilakukan yang didukung pula dengan pencapaian pengetahuan IRT sebesar 84% yang dapat mendorong hardskill IRT pula dalam melakukan sistem pengomposan menggunakan MOL sebagai salah satu cara sederhana untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Balikpapan sebagai penyangga IKN Nusantara.     Kata kunci: Limbah organik; pemberdayaan perempuan; SDGs; Balikpapan; Penyangga IKN Nusantara ABSTRACTEnvironment is a global issue, which should not only focus among the local or national level until it became the international agenda especially for the purpose to achieve Sustainable Development Goals (SDGs).  The implication towards development environment continuity faces problem especially in many cities in Indonesia, including in Balikpapan in East Kalimantan which knows as Oil City due to its largest providing energy barn in Indonesia.  However, there are implication on environment due to exploration on energy dan infrastructure development in Balikpapan.  In addition, the development in Central of Indonesia has also gave damage implication towards the enviroment.  Due to that reason, it is important to increase the awareness towards the public specifically among the female group for the purpose to cope on the issue of enviroment at Balikpapan and to achieve the target of SDGs.  The purpose of this community service activity is in the form of increasing environmental awareness and empowerment of IRT in Marga Sari Village in Balikpapan City in the Composting System or composting system and utilizing household organic waste to then be processed so as not to damage the land, water, and the surrounding environment.Through Micro  Organization Local (MOL) and simple compost also found that can be use to cultivate crops compare by chemical fertilizer.  For this program, it has been involved by the female group and the finding has found the successes. The method in this activity is the counseling method by demonstrating the steps in making compost using mole (local organism micro). The results of the validated program by residents as a method that is quite practical and simple to do which is also supported by the achievement of IRT knowledge of 84% which can encourage IRT hardskill in conducting composting systems using MOL as a simple approach to form continuity development in Balikpapan as the Ibu Kota Negara Nusantara. Keywords: Organic waste, empowerment female, SDGs, Balikpapan; Buffer area IKN Nusantara
Melihat Attitude and Behavior Manusia Lewat Analisis Teori Planned Behavioral Dani Sartika
JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling) Vol 4 No 1 (2020): JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling)
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jigc.v4i1.40

Abstract

Psikologi merupakan ilmu tentang prilaku atau aktivitas-aktivitas individu. Perilaku atau aktivitas-aktivitas individu (Branca, 1964; Morgan, dkk.,1984; Sartain, dkk., Woodworth dan Marquis, 1957). Perilaku tersebut dalam pengertian yang luas, yaitu prilaku yang tampak (over behavior) dan prilaku yang tidak tampak (inner behavior). (Walgito,2002) Mempelajari kapan sikap (attitudes) mempengaruhi perilaku (behavior) adalah suatu topik yang sangat menarik. Attitude and Behavior dalam Psikologi biasa dipadankan dengan kata sikap dan perilaku. Salah satu teori yang banyak digunakan adalah Theory of Reasoned Aaction (TRA) yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen (1975) teori ini kemudian dikembangkan oleh Ajzen (1985) menjadi Teori of Planned Behavior (TPB) yang ditujukan untuk memprediksi perilaku individu secara lebih spesifik. Tulisan ini melihat bagimana individu bersikap dan berperilaku akan tetapi tidak mampu . Sikap tidak selalu konsisten dengan perilaku. Mengapa sikap tidak selalu konsisten dengan perilaku? Artikel ini menjelaskan tentang bagaimana memahami dan memprediksi perilaku dengan melihat teori-teori sikap dan perilaku serta mendalaminya dengan analisis Planned Behavior membuat prediksi terhadap sikap dan perilaku yang diputuskan oleh individu. Hasil penelusuran terhadap teori-teori Psikologi bahwa kaum behavioris memandang perilaku sebagai respon terhadap stimulus dimana keadaan dari stimulus itu sendiri sangat berpengaruh dan individu seolah tidak mempunyai kemampuan untuk menentukan perilakunya. Terdapat sebuah pandangan yang mengatakan bahwa sikap merupakan prasyarat untuk terjadinya perilaku, namun harus ditekankan bahwa hal ini tidak lantas membuat perilaku bergantung seratus persen pada sikap. Intinya perilaku individu bisa saja tidak sama dengan sikapnya. Sementara Teori Planned Behavior menegaskan bahwa sikap, norma subyektif dan kontrol perilaku yang dirasakan merupakan pendahulu dari niat perilaku. Pada gilirannya, niat perilaku, bersama dengan kontrol perilaku yang dirasakan, dapat digunakan untuk memprediksi perilaku (Ajzen, 1991).