M. Athoillah, M.
Islamic Higher Education (STAI) Sebelas April Sumedang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tafsir Ahkam QS Al-Baqarah 283: Analisis Asbabun Nuzul, Mufrodat, dan Hukum Rahn dalam Muamalah Safar Nurlelasari, Irma; Bisri, Hasan; Athoillah, M.
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1557

Abstract

Qur'an Surah Al-Baqarah (2):283 extends verse 282 on debt transactions, emphasizing justice in muamalah during travel without a contract writer. This study explores the asbabun nuzul of the verse, which, per contextual narrations in Ibn Kathir, was revealed in Madinah to address unsecured debts lacking witnesses, promoting rîhânun maqbûdah (tangible collateral) as a safeguard. Mufrodat analysis covers key terms like amînah ba'dukum ba'dan (mutual trust based on taqwa) and yû'addî alladzî ûtumina amânatahû (obligation to fulfill entrusted debts), forming the basis for tafsir ahkam: rahn is obligatory during travel or without witnesses, concealing testimony is forbidden, and mutual trust is permissible with piety. Employing a qualitative maudhu'i tafsir approach with lafzhiyah (linguistic), historical, and ijtihadi analysis, the research draws from primary sources (Tafsir Ibn Kathir, Jalalain, Al-Munîr) and secondary fiqh texts (Hanafi-Shafi'i schools). Findings affirm rahn's validity in fiqh to protect creditors without exploiting collateral. The contemporary study links the verse to sharia pawn-broking in the digital era, such as Pegadaian Syariah platforms or Islamic fintech (e.g., rahn + murabahah apps). Challenges include verifying virtual assets (NFTs/crypto); solutions involve blockchain for amanah transparency and compliance with OJK/DSN-MUI regulations. The results underscore verse 283's relevance to modern Islamic economics, reinforcing digital muamalah ethics rooted in justice and taqwa. Recommendations include specific fatwas on virtual rahn to prevent hidden riba.
Dynamics of Sharia Economic Dispute Resolution Regulations in the Sociology of Law Nurjaman, Muhamad Izazi; Arifin, Tajul; Athoillah, M.; Witro, Doli; Pary, Hulaiva
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jhes.v5i2.14386

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kebutuhan sebuah lembaga dalam menyelesaikan sengketa ekonomi syariah. Berbagai regulasi telah disusun untuk memberikan kewenangan kepada sebuah lembaga. Namun demikian, berbagai regulasi tersebut tentunya menimbulkan gejolak di masyarakat, akibat adanya ketumpangtindihan regulasi, dua kewenangan lembaga, dan substansi regulasi yang memiliki banyak penafsiran hukum. Tujuan penelitian ini mencoba memaparkan analisis dinamika regulasi penyelesaian sengketa ekonomi syariah dalam pandangan sosiologi hukum. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kepustakaan dengan pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan fakta bahwa kedudukan sosiologi hukum memberikan pengaruh terhadap dinamika perubahan penyusunan regulasi penyelesaian sengketa ekonomi syariah melalui adanya gejolak kebutuhan, gejolak kepastian hukum dan gejolak efisiensi penyelesaian sengketa yang berasal dari masyarakat. Sehingga dinamika perubahan regulasi tersebut mencoba mewujudkan kebutuhan para pelaku bisnis ekonomi syariah dalam mencari keadilan dan kepastian hukum.