Bermain dan olahraga merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan untuk dilakukan di satuan PAUD, sebagai bagian dari perkembangan motorik anak berguna untuk meningkatkan pematangan kinestetik-jasmani, perkembangan bahasa, kognitif, pengendalian diri dan keterampilan sosial. Pengembangan anak usia dini adalah suatu penyelenggaraan pendidikan yang bertumpu pada enam landasan perkembangan anak, meliputi perkembangan agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, dan seni sebagaimana tercantum dalam (Mendikbudristek, 2021). Guru harus mengembangkan model pembelajaran yang kreatif dan holistik, terutama ketika mengajar anak-anak dengan kepribadian dan kebutuhan yang berbeda. Model pembelajaran anak usia dini yang terkenal adalah model ATIK (Amati, Tiru, dan Lakukan) (Watini, 2020) Pertumbuhan belajar pada anak usia dini diawali dengan observasi yang diperoleh melalui stimulasi lingkungan. Anak-anak menggunakan sensori tubuh untuk mengamati dan meniru sebagai hasil dari apa yang mereka pelajari. Penggunaan model ATIK untuk mengembangkan aktivitas bermain dan gerak tubuh bagi siswa ADHD di TK Global Persada Mandiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi anak dalam mengembangkan kemampuan mengenal huruf dengan cara mengamati, meniru dan mempraktekkan proses tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model ATIK pada aktivitas motoric saat bermain untuk memperkenalkan huruf pada anak ADHD usia 4-6 tahun di TK Global Persia Mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.